Sukses

Youtuber Palembang Ingin Berangkatkan Umrah Orangtuanya dari Hasil Nge-prank

Liputan6.com, Palembang - Pelanggaran Undang-Undang (UU) ITE menjerat Youtuber Palembang Edo Putra, usai memposting video prank kantong daging kurban berisi sampah di channel Youtube-nya.

Dalam channel Youtube Edo Putra Official tersebut, tersangka kerapkali memproduksi dan memposting video-video mengusung konsep prank atau gurauan.

Beberapa video prank yang sukses mencuri perhatian subscribernya yaitu video prank cewek matre, prank botakin rambut, prank COD kutang dan sabun bolong di depan teman hingga prank THR berisi sampah.

Banyaknya jumlah viewers dan subscriber-nya, membuat Youtuber Palembang tersebut mengantongi penghasilan dari adsense Youtube sebesar Rp5 juta.

Ternyata, tersangka pelanggaran UU ITE tersebut sempat bercerita ke orangtuanya. Jika dia ingin memberangkatkan umrah ayah ibunya, dari hasil di channel Youtube-nya.

Ayah Youtuber Palembang Hendri (49) mengatakan, putra keduanya pernah mengungkapkan keinginannya tersebut, sebelum Edo Putra ditangkap aparat kepolisian.

“Kalau uang (dari Youtube) nanti akan dikumpulkan Edo untuk kami pergi umrah. Saya terharu saat mendengar ucapan anak saya,” ucapnya, saat ditemui di kediamannya di Banyuasin Sumsel, Rabu (5/8/2020).

Mengingat mimpi sang anak yang ingin Hendri dan istrinya, membuatnya sering meneteskan air mata. Apalagi, saat ini anaknya ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran UU ITE karena kasus prank bagi-bagi kantong daging kurban berisi sampah.

Kesedihannya semakin menjadi, karena niat Youtuber Palembang itu tertunda usai diamankan tim Polrestabes Palembang pada hari Sabtu (1/8/2020) lalu di kediamannya.

Warga Komplek Mega Asri II Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin Sumsel ini pun hanya pasrah. Dia menyerahkan kasus yang menjerat anaknya ke pihak kepolisian dan berharap anaknya bisa diproses dengan seadil-adilnya.

 

2 dari 3 halaman

Ucapkan Permintaan Maaf

"Kami sebagai warga negara yang baik tetap taat terhadap aturan yang berlaku," ujarnya.

Di mata Hendri, sosok Edo merupakan anak yang baik, patuh, mudah bergaul dan aktif bersosialisasi di tengah masyarakat tempat tinggalnya.

Namun Hendri dan keluarganya pun meminta maaf kepada masyarakat, atas apa yang diperbuat anaknya.

“Di video itu menunjukkan kalau anak saya membagikan daging kurban berisi sampah. Sekali lagi kami meminta maaf dan kami harap masyarakat, yang merasa tidak berkenan dengan video tersebut dapat memaafkan anak saya," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :