Sukses

Bikin Ketagihan, Karantina Rasa Piknik di Rumah Joglo Batu Akit Banyumas

Liputan6.com, Banyumas - Rumah karantina identik dengan kesan ketat dan membosankan. Tetapi, di Banyumas, ada sebuah rumah karantina yang dijamin bikin betah dan bahkan mungkin membuat ketagihan penghuninya.

Berbeda dengan rumah karantina yang lain di Kabupaten Banyumas. Rumah karantina Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok membuat penghuninya betah lantaran menempati home stay Joglo Batu Akit milik seorang pengusaha asal Purwokerto yang menjalankan usaha di Jakarta.

Kepala Desa Karangtengah Karyoto mengapresiasi pemilik rumah yang telah mengizinkan home stay-nya, untuk rumah karantina bagi warga Karangtengah yang lagi pulang kampung. Di rumah joglo ini dia menyediakan 22 tempat tidur. Beberapa waktu lalu, seluruh bed sempat penuh.

“Terima kasih kepada Bapak Ragil yang sudah mengijinkan rumah Joglo Batu Akik menjadi tempat karantina. Saat ini peserta karantina sebanyak 17 orang," ucapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis, 21 Mei 2020.

Pemerintah desa menyediakan perlengkapan mandi, dan uang makan bagi peserta karantina. Uang makan itu diserahkan kepada keluarga agar sesuai dengan selera peserta karantina.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tempat Tidur dan Kamar Mandi Mewah di Rumah Karantina

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Ny Erna Husein bersama Tim BPBD dan Dinas Kesehatan yang tengah menengok para peserta karantina mengatakan bahwa karantina di Karangtengah seperti berwisata.

Beberapa ruangan di rumah karantina Banyumas ini cukup lengkap dengan adanya tempat tidur dan kamar mandi yang cukup mewah, bahkan dapur.

“Seperti berwisata saja, disini udara sejuk dan lingkungan yang asri, membuat penghuni betah,” kata Erna.

Sumami, seorang peserta karantina yang tinggal bersama putrinya mengaku sudah delapan hari di rumah karantina ini. Dia mengaku betah, dan akan pulang setelah mendapatkan izin pulang.

“Saya sedang hamil, di rumah banyak saudara dan orang tua, maka untuk sementara saya di sini saja,” ucap Sumami.

Hal yang sama disampaikan Sodikin yang baru pulang dari Cibubur lima hari lalu. Ia mesti pulang karena di Cibubur sudah tidak bekerja dan tidak mempunyai tempat tinggal. Di tempat karantina ini ia seperti menemukan saudara.

“Saya sudah tidak bekerja selama dua minggu dan tidak ada tempat tinggal sehingga terpaksa pulang. Sesampainya di Cilongok langsung menuju Puskermas untuk pemeriksaan kemudian dijemput menuju rumah karantina ini,” kata Sodikin.

Sodikin juga mengaku ikhlas dikarantina. Atas kesadaran sendiri, sepulang dari Cibubur ia langsung ke Puskesmas dan siap masuk karantina.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: