Sukses

Waspada! Grafik Jumlah PDP Covid-19 di Sulut Terus Meningkat

Liputan6.com, Manado - Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Sulut terus bertambah. Hal yang sama juga terjadi untuk jumlah PDP yang meninggal dunia.

“Dalam satu hari ini ada 5 PDP yang meninggal dunia,” kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel, Rabu (6/5/2020).

Dandel mengungkapkan, 5 PDP yang meninggal itu berasal dari 4 daerah di Sulut yakni Manado, Minahasa Selatan, Minahasa, dan Bolmong.

“Dengan bertambah 5, jumlah PDP yang meninggal ini sudah 82 orang,” ujar Dandel.

Sementara itu PDP yang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Sulut berjumlah 103 orang, atau bertambah 4 dari hari sebelumnya.  Jika dilihat penyebaran berdasarkan daerah, maka Kota Manado paling banyak dengan jumlah 38 orang.

“Disusul Kabupaten Minahasa Utara 12 orang, dan Kabupaten Minut 11 orang, serta daerah lainnya,” ungkapnya.

 

 

2 dari 3 halaman

Sejak Januari

Dandel juga memaparkan perkembangan jumlah PDP sejak kasus pertama muncul di Januari 2020, yang kemudian meningkat drastis pada bulan April.

“Meski kemudian naik turun secara fluktuatif, tapi trennya masih meningkat,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam kondisi ini belumlah tepat untuk melonggarkan social and physical distancing. Apalagi dalam rekapan hasil scrining di rumah sakit, ada masalah kesehatan di masyarakat yang ada umumnya masuk dengan gejala Covid-19.

“Kita tidak berharap mereka yang masuk ini kemudian terkonfirmasi positif, juga tidak berharap angka-angka ini akan meningkat drastis melebihi ruang isolasi,” ujarnya.

Dandel mengatakan, dengan melihat peta penyebaran, dan grafik perkembangan kasus, masyarakat bisa memahami bahwa pandemi belum selesai.

“Ancaman Covid-19 belum selesai, tetap waspada dan mengikuti setiap protokol yang ada,” ujarnya.

Sedangkan terkait laju pertambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tertahan selama 6 hari, dia mengatakan, ada tren penurunan.

“Kita berharap tren ini menggambarkan kondisi sebenarnya, tapi masih terlalu dini untuk melonggarkan protokol,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

simak video pilihan berikut