Sukses

RS Siloam Paal Dua Manado Ditunjuk Sebagai RS Rujukan Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjuk dan memberi tugas RS Siloam Paal Dua sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 sesuai SK Gubernur No 134 yang baru saja ditanda tangani. Pimpinan RS Siloam Paal Dua menyatakan siap untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab ini bersama sama RS rujukan lainnya.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, mengatakan saat ini semua rumah sakit diimbau meningkatkan kapasitas tempat tidur dan ICU khusus untuk Covid-19. Ini untuk mengantisipasi lonjakan jumlah yang terpapar.

"Kepada beberapa rumah sakit kita beri tugas khusus sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 termasuk RS Siloam Pal Dua. Semua pihak kami harapkan serius. Para dokter, perawat dan pekerja medis di Sulut juga diberi kesempatan bangkit, berani meresponi panggilan untuk melayani dengan baik dan setia,” katanya dalam keterangan tertulis.

Ketua DPRD Sulut, Andrei Angow mengapresiasi ada tambahan kapasitas untuk khusus melayani pasien Covid-19.

"Siloam sudah kita kenal melayani masyarakat Manado dan Sulut selama sepuluh tahun dengan baik. Kami apresiasi pelayanan mereka. Kebersamaan ini kita butuhkan,” katanya.

Direktur RS Siloam Paal Dua, dr. Paulina Kadih, menyatakan jajaran pekerja medis di RS Siloam Paal Dua siap menjalankan tugas. Jika diperlukan, dan pada puncaknya, RS Siloam Paal Dua memiliki kapasitas sampai dengan 145 TT/tempat tidur. Termasuk perlengkapan ICU Covid dan dilengkapi dengan ventilator dan dukungan tim beberapa keahlian termasuk ahli paru dan anestisis.

Selain mendapat bantuan dari Siloam Jakarta dan Siloam Manado, Siloam juga sudah menghubungi Direktur RS Kandau untuk bisa menjalin kerja sama dan mendapatkan dukungan teknis dan management.

Badan Kesehatan Dunia WHO telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global dengan cakupan hampir seluruh negara di dunia dengan lebih dari 3 juta terinfeksi secara resmi dan korban meninggal sudah mencapai lebih dari 200 ribu orang.

Di Indonesia, tercatat sudah lebih dari 10 ribu kasus terinfeksi secara formal dan di atas 800 korban jiwa, atau lebih dari 8 persen. Karena keterbatasan kapasitas dan kecepatan RT-PCR testing, jumlah terinfeksi riil kemungkinan besar dan tercatat dalam angka jumlah pasien PDP, Pasien Dalam Pengawasan.

Harapan dari warga Sulut adalah Sulut berhasil bebas Covid-19. Namun demikian Gubernur dan Pemda Sulut terus berupaya keras memastikan Sulut siap dengan jumlah tempat tidur, ICU, obat obatan dan dokter spesialis paru dan anestesis serta perawat.

Tokoh masyarakat dan pengusaha terkemuka Sulut, Hengky Wijaya menyerukan warga semua mendukung program memutuskan rantai penularan dengan taat menjalankan disiplin jaga jarak dan memelihara serta melindungi kebersihan pribadi.

"Biar jaga jarak dan bekerja, beribadah dan berkeluarga dengan baik di rumah. Biar sering cuci tangan dengan sabun dan menghindari menyentuh benda benda di luar dan muka kita sendiri," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan ini