Sukses

Karena Alasan Sepele, Wanita di Pagar Alam Aniaya Bocah Hingga Kritis

Liputan6.com, Palembang - Perkelahian sesama anak kecil ketika bermain, sepertinya menjadi hal lumrah yang sering terjadi. Namun hal ini ternyata tidak bisa diterima oleh AMS (33), warga Kota Pagar Alam Sumatera Selatan (Sumsel).

Wanita ini ternyata tidak suka jika anaknya sering diperlakukan kasar terhadap TG (7), yang sering bermain dengan anaknya. Pelaku pun nekat menganiaya TG, yang merupakan anak dari saudara kandungnya sendiri.

Kasus penganiayaan yang dilakukan AMS ke TG, di kebun miliknya di Dusun Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam Sumsel.

Kepala Polres Pagar Alam, AKBP Dolly Gumara melalui Paur Humas Bripka Paino, mengatakan, TG dan anak pelaku datang ke kebun AMS, pada hari Rabu (8/4/2020) lalu.

Saat kedua bocah ini bermain, AMS datang dan menyuruh anaknya pulang ke rumah untuk mengambil air minum.

"Saat saksi (anak pelaku) sudah pergi, AMS mengikuti korban dari belakang. TG berjalan ke arah sumur untuk melihat ikan. TG juga membawa senjata tajam (sajam) jenis parang," ujarnya, Jumat (10/4/2020).

Setelah tiba di sumur, TG lalu meletakkan sajam tersebut di tanah. Lalu, sajam tersebut langsung diambil oleh AMS.

Pelaku lalu mendekati korban dan langsung menganiaya TG dengan bacokan sajam berkali-kali ke bagian kepala korban.

TG pun terjatuh ke tanah dan mengalami luka parah, terutama di bagian wajahnya, yang ternganga lebar karena bacokan sajam tersebut.

"Pelaku langsung kabur setelah melihat korban sudah berlumur darah dan tak sadarkan diri. Lalu korban ditolong oleh warga, yang melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Para warga langsung membawa TG ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah, Kota Pagar Alam Sumsel. Korban pun masih dalam kondisi kritis, dengan wajah yang penuh luka parah.

 

2 dari 2 halaman

Dendam dengan Korban

Orangtua korban yang mendapati anaknya sudah kritis karena dianiaya, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pagar Alam Sumsel.

Petugas kepolisian yang menyelidiki kejadian ini, langsung mengantongi identitas pelaku. Aparat hukum tersebut langsung mengamankan pelaku di Kota Pagar Alam Sumsel.

Dari pengakuan pelaku, dia merasa sakit hati dan dendam dengan korban. Karena sudah beberapa kali, TG sering menganggu anaknya saat sedang bermain.

“Bahkan, tahun lalu, anak pelaku ini pernah terluka akibat ulah korban," ucapnya.