Sukses

Polisi Buru Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Karyawati Apotek di Kupang

Liputan6.com, Kupang - Perempuan berinisal AM (29), karyawati di sebuah apotek menjadi korban penyekapan dan penganiayaan orang tak dikenal. Korban baru diketahui Rabu pagi, 1 April 2020, sekitar pukul 05.00 Wita, di dalam rumahnya di Kecamatan Kota Lama, Kupang. Saat ditemukan, korban dalam keadaan sekarat dengan tubuh penuh luka tusukan.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan menyebutkan, saat kejadian korban tinggal sendirian di rumah, sementara orangtuanya berada di luar kota.

Ia mengatakan, dari keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa, saat ditemukan di kamar, korban dalam kondisi bersimbah darah dengan belasan luka tusukan di bagian lengan kiri dan memar pada bagian reher.

Saksi mata, Viktory Ariano Pukul (20) yang juga penjaga kios milik korban mengaku, sekitar pukul 05.00 Wita, ia berangkat dari kos-kosan temannya di Kelurahan Liliba dan hendak ke lokasi kejadian untuk mengecek rumah korban.

Ia sempat membuka pintu pagar lalu masuk ke dalam halaman rumah memanggil korban. Namun, tidak ada jawaban dari korban. Karena tak direspons, ia pun kembali ke kios dan menemui Pius Rahmat (53) yang juga sopir mobil truk milik korban.

Sesaat kemudian, korban pengaiayaan

menelepon Pius Rahmat. Karena sedang sibuk, Pius meminta Viktory menjawab panggilan telepon dari korban. Di ujung telepon, korban dengan suara lemah meminta tolong. Kepada mereka, korban mengaku disekap dan dianiaya.

Mendengar pengakuan korban, Viktory dan Pius masuk ke dalam rumah korban melalui pintu kamar mandi. Keduanya membongkar ventilasi pintu bagian samping kamar tamu. Selanjutnya, Pius masuk dan membuka pintu rumah. Keduanya kemudian masuk ke dalam kamar korban.

Keduanya kaget melihat korban yang saat itu dalam keadaan lemas dan bersimbah darah. Pius langsung meminta pertolongan warga sekitar dan mengevakuasi korban Rumah sakit Siloam Kupang.

"Tidak menuntut kemungkinan pelaku penganiayaan orang dekat korban yang mengetahui kondisi dan situasi disekitar TKP. Karena, tidak ditemukan kerusakan di rumah korban," ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Saat ini, korban masih berada di rumah sakit Siloam Kupang menjalani perawatan intensif.

"Korban belum bisa kita minta keterangan," katanya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Memburu Pelaku

Untuk mengungkap kasus penganiayaan itu penyidik Polsek Kelapa Lima mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain kasur spon, sprei, bantal kepala dan bantal guling. Polisi juga mengamankan tas, ponsel, laptop, dan sejumlah barang berharga milik korban.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, sangat minim adanya tindak pidana perampokan dan pencurian karena tidak ada barang korban yang hilang," ujar Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, Selasa (7/4/2020).

Menurut dia, pelaku tergolong profesional, karena tidak meninggalkan jejak aksinya. Untuk mengelabui polisi, pelaku tidak merusak pintu dan jendela. Uang dan perhiasan serta perangkat elektronik milik korban pun tidak dibawa pelaku.

"Kemungkinan besar, pelaku mengunci kembali pintu usai menjalankan aksinya," katanya.

Dugaan kuat, pelaku adalah orang dalam atau orang dekat yang sudah mengetahui situasi dan keadaan rumah korban. Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, kata dia, polisi mencurigai dua orang yang kuat dugaan sebagai pelaku.

Selain memburu pelaku, polisi juga mencaritahu motif penikaman itu. Polisi belum bisa memastikan apakah korban juga mengalami pemerkosaan.

"Korban histeris saat dikonfirmasi soal dugaan itu. Dia masih trauma dan belum bisa menjawab," katanya.

Saat ini, korban sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan Betesda 2 Rumah Sakit Siloam Kupang. Ia masih menjalani pemulihan pada 12 luka tusukan di tubuhnya.

 

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: