Sukses

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Terapkan Sistem Kuliah Online Selama 14 Hari

Liputan6.com, Cirebon - Upaya pencegah penyebaran virus corona covid-19 di Kota Cirebon semakin massif dilakukan. Selain dari kalangan pemerintahan, upaya pencegahan juga dilakukan tingkat perguruan tinggi.

Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengeluarkan surat edaran dengan salah satu poinnya adalah mengganti perkuliahan dari tatap muka dengan melalui daring. Perkuliahan melalui daring ini dilakukan selama dua pekan sesuai keputusan yang ditetapkan Pemkot Cirebon.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon H Sumanta Hasyim mengatakan, langkah kebijakan tersebut untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan kampus.

melalui media daring dimulai pada Senin, 16 Maret sampai 28 Maret 2020.

"Salah satu alasan kuat kami keluarkan edaran berdasarkan penetapan status pandemi covid-19 oleh WHO, edaran Kemenag tentang kewaspadaan dini serta tindakan antisipasi pencegahan infeksi covid-19 di lingkungan kemenag. Ini yang membuat kami keluarkan edaran kuliah daring," sebut Sumanta, Minggu (15/3/2020).

Selain itu, kata dia, surat edaran kampus mengacu pada edaran Dirjen Pendidikan Islam Kemenag nomor B-574.1/DJ.l/HM.0110312020 tentang Kesiapsiagaan Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia di Lingkungan Madrasah, Pondok Pesantren, dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Dia menjelaskan, metode kuliah daring tersebut akan memaksimalkan program smart campus yang sudah dibuat. Sumanta memberikan kewenangan kepada masing-masing dosen untuk menggunakan metode perkuliahan lain tanpa harus melalui tatap muka.

"Mau pakai metode smart kampus yang sudah kami siapkan silahkan atau punya cara lain tidak masalah yang pasti selama dua minggu ini jangan sampai tatap muka," kata dia di Cirebon.

Sementara itu, untuk kegiatan yang praktif baik di laboratorium maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau magang, akan dijadwal ulang demi untuk mengantisipasi virus Corona

2 dari 3 halaman

Ujian Sidang Proposal

Namun demikian, lanjut Sumanta, terkait kegiatan Ujian Seminar Proposal dan Munaqosah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Namun, pihak kampus akan membatasai jumlah peserta ujian tersetbu.

"Untuk seluruh dosen, tenaga kependidikan, cleaning service, dan satpam tetap beraktivitas sebagaimana mestinya. Apabila mengalami gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan flu disarankan tidak masuk kerja dengan menyertakan surat keterangan dokter," tutur Sumanta.

Ia menambahkan, agar menunda pelaksanaan terkait kegiatan akademik atau non-akadernik yang melibatkan banyak peserta, baik di dalam maupun di luar kampus. Termasuk, kata Sumanta, perjalanan dinas luar negeri untuk dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ditunda sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

"Agar dikoordinasikan kembali. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diimbau tidak melakukan perjalanan dinas dalam negeri yang tidak penting," sebut Sumanta.

Dia meminta seluruh unit di lingkungan lAlN Syekh Nurjati Cirebon juga harus menyediakan handwash pada KM/WC dan hand sanitizer di tempat-tempat tertentu.

"Civitas akademika lAlN Syekh Nurjati Cirebon diimbau untuk tetap tenang, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan selalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam menghadapi situasi dan kondisi akhir-akhir ini," pinta Sumanta.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: