Sukses

Pengamanan Ketat Usai Kerusuhan di Rutan Kabanjahe

Liputan6.com, Karo - Kerusuhan pecah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Kabanjahe, ‎di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Belum diketahui penyebab pasti kerusuhan hingga terjadi kebakaran.

Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Josua Ginting, membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, TNI, Polri, bersama pegawai Kemenkuham Sumut sudah di lokasi kerusuhan untuk mengendalikan situasi.

"Iya benar, saya bersama dengan tim sedang menuju ke Karo. Sudah penanganan dan pengamanan dari aparat setempat bersama pegawai kita," kata Josua, Rabu (12/2/2020).

Diungkapkan Josua, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebabnya kerusuhan. Sementara informasi dan video yang beredar di media sosial, tampak terjadi lempar batu yang dilakukan warga binaan dan asap terlihat dari bangunan Rutan.

"Intinya, sabar dulu, belum tahu penyebab kerusahan. Nanti sampai di lokasi dan sudah kita dapatkan datanya akan disampaikan," terangnya.

Aparat keamanan terdiri dari TNI, Polri, dan petugas Kemenkumham Sumut saat ini terus berupaya mengendalikan situasi terkait kerusuhan di Rutan Kelas IIB Kabanjahe. Belum diketahui pasti pemicu kejadian maupun ada tidaknya korban jiwa.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP. Nainggolan menyebut, terkait kerusuhan di Rutan Klas IIB Kabanjahe tersebut, hingga saat ini belum ada tahanan yang kabur. Hal ini berdasarkan laporan yang mereka terima.

"Untuk sementara belum ada laporan tahanan yang kabur. Pihak kepolisian, khususnya dari Polres Tanah Karo masih menenangkan para napi," ungkap Nainggolan.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu menyebut, selain melakukan penyekatan keliling Rutan, aparat keamanan juga mengevakuasi warga binaan dari penjara yang terbakar. Upaya evakuasi dilakukan karena kebakaran di Rutan. Petugas pemadam kebakaran pun masih berupaya memadamkan api.

"Kami, sementara lakukan evakuasi sebagian napi dan penyekatan keliling Lapas dibantu personel Kodim dan Batalyon," sebutnya.

Informasi diperoleh Liputan6.com, sistem database pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham per tanggal 12 Februari 2020 pukul 08.13 WIB, Rutan Kelas IIB Kabanjahe dihuni 410 warga binnaan.

Jumlah tersebut gabungan dari 259 tahanan dan 151 narapidana. 259 tahanan yang ada di Rutan Kelas IIB Kabanjahe terdiri dari 241 tahanan dewasa laki-laki, 17 tahanan dewasa perempuan, dan seorang tahanan anak laki-laki.

Sementara 151 narapidana itu terdiri dari 137 narapidana dewasa laki-laki dan 14 narapidana dewasa perempuan. Rutan Kabanjahe juga mengalami overpenghuni. Kapasitasnya hanya untuk 193 orang namun dihuni 410 warga binaan. Terjadi kelebihan penghuni sekitar 112 persen.

 

Simak video pilihan berikut ini: