Sukses

Rentetan Bencana Hidrometeorologi di Karawang, dari Banjir hingga Angin Kencang

Liputan6.com, Karawang - Tingginya intensitas hujan menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi di Karawang. Perumahan Pratama Permai di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, terendam banjir. Ketinggian air dari 30-70 sentimeter. Banjir yang merendam perumahan merupakan kali ini merupakan yang kedua sejak awal tahun.

"Awal tahun sempat banjir, sekarang kembali banjir," kata Kokom, Kamis, 9 Januari 2020.

Kokom mengatakan setiap banjir besar tahunan biasanya rumah dia hanya terdampak banjir tak sampai 30 sentimeter. Kini dia mendapati seisi rumahnya berantakan karena barang-barang terapung akibat rendaman air mencapai pinggang orang dewasa.

"Aktivitas warga pun lumpuh karena akses jalan terendam banjir. Mobil-mobil yang terparkir di depan perumahan yang tidak terendam banjir," dia menandaskan.

Petugas BPBD Karawang, Aan Susanto, mencatat jumlah korban banjir di perumahan Pratama Permai Karawang mencapai sekitar 304 KK atau 966 jiwa. Warga masih bertahan di rumahnya masing-masing karena pada banjir sebelumnya banjir tidak berlangsung lama.

"Belum ada evakuasi warga, warga masih bertahan di rumah " katanya.

Dari pantauan di lapangan, petugas BPBD dan pemadam kebakaran serta TNI /Polri bersiaga di lokasi banjir antisipasi banjir bertambah tinggi.

2 dari 2 halaman

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang

Sedikitnya 26 rumah di tiga kecamatan di Karawang mengalami kerusakan, akibat terjangan angin kencang pada Kamis, 9 Januari 2020, sore.

Puluhan rumah yang rusak, antara lain 11 rumah di Kecamatan Pedes, 13 Rumah di Kecamatan, serta dua lainnya di Kecamatan Cilamaya Wetan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Muhamad Yasin mengatakan kerusakan mulai sedang hingga berat.

"Kerusakan yang paling berat ada dua rumah akibat tembok roboh," kata Yasin.

Yadi (45) warga Sidamukti, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, mengatakan saat hujan lebat disertai angin kencang, tiba-tiba tembok rumah miliknya roboh menimpa rumah tetangga hingga ambruk.

"Iya untungnya tidak ada korban jiwa," katanya.

Yadi menjelaskan, rumahnya ambruk diduga karena terpaan angin disertai hujan lebat. Pada saat kejadian ia dan keluarga juga sempat dibuat panik dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Setelah kami dilihat , betul saja rumah kami ambruk," ujar Yadi.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Anies Usulkan Speaker Peringatan Banjir Rp 4 Miliar, Ini Kehebatannya
Artikel Selanjutnya
Bulog Gelontorkan 120 Ton Beras untuk Korban Bencana Alam di Januari 2020