Sukses

Korek Api di Saku Jadi Petunjuk Penyebab Kakek Tewas Terbakar di Banyumas

Liputan6.com, Banyumas - Musim kemarau identik dengan kekeringan, dan juga kebakaran. Bangunan, lahan pertanian dan hutan tak luput dari ancaman kebakaran.

Penyebab kebakaran lahan bisa dipicu fenomena alam atau sengaja dibakar. Biasanya, pembakaran dilakukan untuk membersihkan lahan menjelang musim tanam.

Ini pula yang diduga dilakukan oleh seorang warga Grumbul Butulan, Desa Lumbir, Kecamatan Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah, Sukardi. Dia membakar semak dan ilalang untuk membersihkan lahan pada masa peralihan dari kemarau ke penghujan ini.

Nahas, kakek berusia 70 tahun itu justru tewas terbakar. Ia meninggal dunia dikepung ilalang yang hangus terbakar.

“Dicoba dicari oleh warga, sampai semalaman. Tapi sampai tadi pagi baru ditemukan, dalam kondisi terbakar. dugaannya membakar lahan,” kata Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Ady Chandra, Jumat (8/11/2019).

Chandra menerangkan, Kamis, 7 November 2019, Kakek Sukardi pergi tanpa pamit. Keluarga tak mengetahui ke mana Sukardi pergi.

Yang jelas, hingga sore menjelang, Sukardi tak pulang ke rumah. Pun, hingga malam tiba, Sukardi tak kunjung nampak.

Tentu saja keluarga risau. Karenanya, mereka melaporkan hilangnya kakek yang belakangan diketahui tewas terbakar ini, ke Ketua RT yang lantas diteruskan ke Pemdes dan kepolisian.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Korek Api di Saku Korban Tewas Terbakar

Sejak Kamis malam, pencarian dilakukan. Puluhan warga dan relawan terlibat dalam pencarian ini. Namun, hingga dinihari Sukardi tak kunjung ditemukan.

Pencarian kemudian diperluas pada Jumat pagi. Sejumlah orang menuju lahan milik Sukardi.

Benar saja, di tempat ini, Sukardi ditemukan. Sayangnya, Sukardi ditemukan tewas terbakar.

Chandra mengatakan diduga petani tersebut membakar lahan, namun kemudian terpeleset dan terjebak api. Dugaan ini muncul karena lokasi temuan jenazah berkontur miring.

“Karena di sekitar lokasi banyak ditemukan bekas bakaran-bakaran semuanya. Itu kan ilalang banyak dan sebagainya. Kemungkinan terjatuh, terpeleset. Melihat dengan posisinya,” ucapnya.

Dugaan ini diperkuat lantaran petugas juga menemukan korek api di saku celana korban. Ada dugaan, Sukardi terpeleset dan jatuh.

“Kemudian ada keluar darah di hidung. Kemungkinan dia terjatuh dan pingsan, kemudian terbakar,” dia mengungkapkan.

Sukardi bukan satu-satunya petani yang tewas terbakar di lahan. Sebelumnya, pada September 2019 lalu seorang petani di Desa Cikawung, Ajibarang, Banyumas juga tewas terbakar di kebun bambu.

Hampir serupa dengan kasus di Lumbir, petani atas nama Slamet (65 th) diduga juga tengah membersihkan lahan. Tetapi, dia terpeleset dari tebing dan jatuh di tengah kobaran api.

Heriana berpesan agar warga berhati-hati saat musim kering. Membakar lahan, selain berpotensi merugikan secara materi juga sangat berbahaya lantaran bisa menghilangkan nyawa.

Loading
Artikel Selanjutnya
Babak Baru Kasus Kabut Asap Riau yang Menyeret Perusahaan Sawit
Artikel Selanjutnya
Niat Mencari Madu, Nasib Pria di Pelalawan Berakhir di Penjara