Sukses

Menyelami Kolam Bidadari Bone Bolango, Konon Ada Bidadari Mandi

Liputan6.com, Gorontalo - Satu lagi obyek wisata alam baru di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Gorontalo. Kolam Bidadari namanya.

Wisata yang berlokasi di Desa Ilohuuwa, Kecamatan Bone ini cocok bagi para wisatawan yang suka dengan alam dan tantangan adrenalin. Sebab, menuju tempat ini harus melewati jalur turunan yang menantang.

Meski tergolong lokasi wisata baru, tempat ini sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kebanyakan wisatawan menyebut kolam bidadari ini memberikan sensasi berbeda.

Selama perjalanan yang mungkin membutuhkan waktu sekitar satu jam, para pengujung disuguhkan dengan pemandangan pepohonan hijau yang mengelilingi kawasan itu. Suara gemercik air sungai mengalir yang dipadukan kicauan burung yang merdu, seakan menyambut kedatangan para wisatawan.

Tak hanya itu, pepohon hijau dan rimbun memberikan sensasi kesejukan alam yang natural dengan udara segar tanpa polusi. Hal ini membuat para pelancong tidak meresakan capek selama perjalanan.

Ternyata penamaan kolam bidadari ini mempunyai histori dan pengalaman tersendiri. Menurut warga sekitar nama kolam bidadari ini diambil dari apa yang sering terjadi di sekitar lokasi tersebut.

Konon, sebelum ditemukan dan dijadikan tempat wisata, di sekitar lokasi itu setiap hari jumat yang bertepatan dengan hujan gerimis, di kolam itu kerap muncul dua pelangi secara bersamaan.

Kehadiran pelangi itu pun cukup lama disertai seperti dengan seperti ada aktifitas atau seolah ada bidadari mandi di kolam itu.

 

2 dari 2 halaman

Fenomena Bidadari Mandi

Sebagian warga Ada yang mengatakan bahwa itu adalah penomena alam saja. Namun ada juga sebagian warga yang menghubung-hubungkan dengan hal mistis, bahwa ada bidadari yang turun dan mandi di kolam tersebut.

"Masyarakat sebagian percaya bahwa ada bidadari yang mandi saat muncul pelangi itu, hingga akhirnya oleh warga sekitar kolam itu dijadikan wisata dan diberi kolam bidadari," kata Manto Hasan, warga Kecamatan Bone.

Sementara itu, salah satu pengujung, Felmi Mahanggi misalnya. ia mengungkapkan selama perjalanan semacam terhipnotis dengan suasana alam yang indah dan asri yang seakan mebawa kedamaian.

"Saya merasakan sensasi alam yang begitu luar biasa, rasa aman damai meski perjalanan agak sedikit menantang namun semua tidak begitu terasa karena kita disuguhkan dengan pemandangan indah," ungkapnya Kepada Liputan6.com.

Menurutnya, wisata seperti ini harus dijaga dan dikembangan karena wilayahnya sedikit berada di kawasan hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

"Harapan saya mungkin pemerintah bisa mengembangkan wisata ini, Hal ini sangat berpotensi sebagai aset daerah. Selain itu saya menghimbau untuk mayarakat sekitar dan pengujung mari sama-sama kita menjaga tempat ini agar alamanya terus lestari, minimal kesadaran mebuang sampah," tandas Felmi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Semangat Pagi Menjaga Sungai Serayu Tetap Lestari
Artikel Selanjutnya
Pagi yang Segar Bersama Kera Ekor Panjang di Hutan Punti Kayu Palembang