Sukses

Saat Kaum Milenial Terpukau Kharisma Ebiet G Ade

Liputan6.com, Yogyakarta Penyanyi dan penulis lagu Ebiet G Ade identik dengan genre balada. Tema lagunya beragam, tidak melulu soal cinta. Tetapi yang tetap adalah lirik-lirik puitis nan melankolis serta nada sendu menjadi kekhasan laki-laki kelahiran 65 tahun silam ini.

Ia mulai populer pada akhir 1970. Tentu saja, rentang waktu yang jauh jika dibandingkan dengan anak-anak muda zaman sekarang yang rata-rata kelahiran di atas 1995.

Tidak pernah ada yang menyangka, kehadiran Ebiet G Ade sebagai salah satu pengisi panggung musik MocoSik 2019 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Sabtu (24/8/2019) malam ternyata mampu membuat penonton terkesima.

Penonton yang sebagian besar adalah kaum milenial itu sangat antusias melihat Ebiet G Ade tampil di panggung. Setelah MC memberikan waktu kepada Ebiet, penonton yang semula hanya duduk mulai berdiri. Mereka berbondong-bondong maju mendekati panggung.

Ebiet G Ade membuka penampilannya dengan menyanyikan lagu Yogyakarta. “Saya membuat lagu ini di sini,” ujar Ebiet yang disambut sorakan dan tepuk tangan penonton.

Tidak banyak penonton yang ikut bernyanyi selayaknya menonton konser musik. Mereka diam dan menyimak lirik-lirik yang dilantunkan Ebiet. Penonton tetap berdiri dan memberi tepuk tangan meriah setelah Ebiet merampungkan lagu pertama.

Memasuki lagu keempat, antusiasme penonton tidak berubah. Ebiet merasa heran dan hal itu diungkapkannya dengan bertanya kepada penonton.

“Adik-adik kalian sebenarnya kelahiran tahun berapa?” tuturnya yang direspons dengan tawa penonton.

Ia mengapresiasi penonton yang kebanyakan anak muda karena menghormati orangtua yang sedang bernyanyi. Ebiet juga mengajak penonton untuk tidak segan-segan membuka ponselnya dan mencari lirik lagu-lagu yang dinyanyikannya di internet.

“Tidak apa-apa kalau kalian nyanyi sambil lihat hp,” ucap Ebiet G Ade.

Selain Yogyakarta, ada sembilan lagu yang dinyanyikan oleh pemilik nama asli Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far ini dalam konser di MocoSik 2019. Lagu-lagu itu meliputi, Masih Ada Waktu, Lagu untuk Sebuah Nama, Menjaring Matahari, Elegi Esok Pagi, Cintaku Kandas di Rerumputan, Titip Rindu Buat Ayah, Camelia II, dan Berita kepada Kawan.

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kuliah S2 di Amerika Serikat Bukan Mimpi Lagi, Begini Caranya
Artikel Selanjutnya
Limbah Kulit Jadi Sepatu Keren di Tangan Mahasiswa UNY