Sukses

Tarik Tambang Biasa, di Yogyakarta Ada Lomba Tarik Lokomotif

 

Liputan6.com, Yogyakarta - Lomba tarik tambang sudah biasa. Di Yogyakarta ada lomba tarik lokomotif untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. 

Daop 6 PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar lomba tarik lokomotif di Depo Lokomotif Yogyakarta, Rabu (21/8/2019) pagi.

Ratusan orang yang berasal dari para pekerja Daop 6 PT KAI, komunitas rail fan, dan masyarakat umum ikut meramaikan acara yang baru pertama kalinya diselenggarakan untuk umum itu.

"Lomba tarik lokomotif ini sudah ketiga kalinya diadakan setiap tahun, tetapi baru kali ini kami buka untuk umum," ujar Eko Budiyanto, Humas Daop 6 PT KAI.

Teknis lomba dibuat tidak menyusahkan. Dalam satu kali putaran lomba, terdapat dua lokomotif di dua lintasan yang berjajar. Masing-masing lokomotif ditarik dengan menggunakan tambang oleh satu kelompok yang terdiri dari 10 orang. Dalam keadaan mesin lokomotif mati, peserta harus menarik dari titik start sampai finish sejauh 10 meter.

Lokomotif yang dipakai dalam lomba ini berjenis lokomotif diesel electric dengan nomor seri CC 201 83 06 dan CC 201 77 18. Lokomotif bertonase 84 ton ini memiliki daya 1.890 HP.

"Kelompok yang menang adalah kelompok yang berhasil menarik lokomotif sampai ke garis finish paling cepat," ucapnya.

Lomba tarik lokomotif yang berlangsung tidak lebih dari dua jam ini akhirnya dimenangkan oleh kelompok Depo Lokomotif Yogyakarta. Sedangkan yang menempati juara dua, tiga, dan empat, berturut-turut adalah kelompok Bangdis, Depo Kereta Yogyakarta, dan SINTEL.

 

2 dari 2 halaman

Sarana Edukasi

Menurut Eko, hadiah dalam perlombaan ini bukan yang utama. Sebab, hal terpenting dari lomba ini adalah pesan yang ingin disampaikan Daop 6 KAI kepada masyarakat umum.

"Ini untuk memfasilitasi masyarakat yang suka selfie dengan kereta, di tempat ini mau motret sepuasnya boleh," tuturnya.

Eko merasa prihatin dengan maraknya kejadian orang yang tersambar kereta api karena kerap menantang bahaya dengan berswafoto di perlintasan kereta api. Ada pula yang sengaja berswafoto dari jembatan kereta api hanya untuk mendapatkan foto ekstrem bersama kereta api.

Kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat yang gemar berswafoto untuk tidak memilih titik-titik yang berbahaya saat ingin berfoto bersama kereta api.

"Mending dikoordinasi bersama-sama masuk ke depo loko," kata Eko.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tragedi Kabut Asap
Loading
Artikel Selanjutnya
Mengapa Hoaks Mudah Menyebar di Indonesia?
Artikel Selanjutnya
2 Pengendara Jadi Korban Penembak Misterius di Yogyakarta