Sukses

Kekeringan Hingga Puso Ancam Lahan Pertanian Cirebon

Liputan6.com, Cirebon - - Musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon kekeringan. Seperti yang terpantau di Desa Sarwadadi, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Dari informasi yang didapat, sejumlah lahan sawah mengalami kekeringan sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, lahan persawahan yang ada di sekitarnya mengalami kekeringan hingga terancam puso (gagal panen) pada musim tanam kedua ini.

Embung Sarwadadi tersebut mengairi persawahan di empat desa yaitu Sarwadadi seluas 80 hektare, Wanasaba Kidul dan Kubang seluas 45 hektare serta Sampiran 30 hektare. 

"Lahan saya sekitar satu hektar dan gagal panen semua padahal sudah menyedot di kali tapi tetap saja kurang air alias kekeringan. Umur padi baru tiga Minggu sudah puso," kata salah seorng petani asal Desa Wanasaba Kidul Kabupaten Cirebon Abah Rana (69), Kamis (11/7/2019).

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat, hingga pekan kedua bulan Juli kali ini, lebih dari 5.000 hektare sawah terancam kekeringan. Dari 5.000 hektare itu, seluas 1.144 hektare masuk dalam kategori kekeringan pada musim kemarau ini.

Petugas Penjaga Embung Sarwadadi, Malcolm Muhammad Othery menjelaskan, luas embung sendiri mencapai 4,5 hektare yang dapat menampung air sebanyak 131 ribu meter kubik. Kedalamannya bervariasi, mulai 4 hingga 7 meter.

"Embung Sarwadadi ini mengandalkan air hujan dan aliran dari Sungai Cirengas Kabupaten Kuningan. Kalau di sana hujan, di sini kemungkinan masih ada airnya. Tapi sekarang memang sudah kering sama sekali," kata dia.

Selain mengandalkan aliran air dari Kabupaten Kuningan, kekeringan embung di Desa Sarwadadi Kabupaten Cirebon karena terdapat kebocoran di sejumlah titik.

 

2 dari 2 halaman

Kebocoran

Dia menyebutkan, kebocoran terutama di bagian sebelah barat. Sejumlah petugas BBWS Cimanuk Cisanggarung diketahui sedang memasang batu di setiap sempadan embung.

"Ini kan pinggirannya masih tanah. Jadi sedang dipasang batu. Proyeknya sudah berjalan sebulan. Tujuannya tentu agar mencegah longsor," kata dia.

Menurut dia, jika petani dapat menanam pada musim tanam ketiga maka harus mengandalkan air hujan. Sementara musim tanam kedua ini, rata-rata mengalami gagal panen.

Di Kabupaten Cirebon sendiri, ada dua penampung air yang dikelola BBWS Cimanuk Cisanggarung yaitu Embung Sarwadadi dan Embung Geyongan.

Sejumlah upaya mengatasi kekeringan terus dilakukan Dinas Pertanian dan BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Seperti menerapkan sistem gilir giring air yang bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR).

“Jajaran TNI dan kepolisian juga turut berpartisipasi untuk pengawalan dan pengamanan air supaya tidak terjadi persoalan sosial di lapangan,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Herman Hidayat.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Jurus Bank Indonesia Menjaga Inflasi di Cirebon
Artikel Selanjutnya
Kekeringan Bikin Harga Cabai di Cirebon Makin Pedas