Sukses

Siap-Siap Festival di Yogyakarta, Skuter Tidak Hanya Vespa

Liputan6.com, Yogyakarta Indonesia Scooter Festival (ISF) 2019 akan digelar pada 21 dan 22 September mendatang. Festival pecinta skuter ini berusaha menghapus stigma skuter yang lekat dengan Vespa dan merangkul pecinta skuter lainnya, termasuk skuter Jepang. Targetnya, belasan ribu pecinta skuter bisa berpartisipasi.

"Skuter tidak semuanya vespa, tetapi motor yang ada injakannya, roda kecil, dan mesin di tengah atau samping kiri, bahkan skuter sekarang mengarah ke skutic atau skuter matic," ujar Dwi Yudha Dhanu, founder ISF, dalam jumpa pers di Yogyakarta baru-baru ini.

Oleh karena itu, pada ISF ketiga ini ia berharap segala jenis skuter dapat hadir dan berpartisipasi. Ia juga meyakinkan tidak perlu takut dan khawatir dengan stigma skuter Jepang tidak diterima oleh pecinta skuter Italia.

Sebab, kegiatan ini untuk membangun rasa kebersamaan dan toleransi. Terlebih, bukan karakter klub Vespa meremehkan keberadaan motor lain.

Skuter memiliki nilainya masing-masing. Skuter Italia di mata penggemarnya terlihat klasik dan menyimpan kenangan masa silam. Skuter Jepang yang terkenal irit dan nyaman dikendarai menjadi alasan orang memilihnya.

Upaya menghapus stigma ini kemudian dituangkan ke dalam tema acara ISF 2019 yakni Scooter For Life. Tema ini bisa diartikan sebagai skuter seumur hidup atau skuter untuk kehidupan.

Yudha mengungkapkan saat ini skuter digunakan sarana mencari nafkah. Misal, skuter sebagai moda transportasi online, skuter untuk berjualan minuman, dan sebagainya. Ada pula skuter ekstrim yang dijadikan sebagai rumah bertingkat.

"ISF kami sajikan sebagai momen khusus untuk mereka yang menggunakan skuter untuk kehidupan,” ucap Yudha.

Penghargaan untuk mereka yang menggunakan skuter untuk kehidupan juga akan diimplementasikan lewat red carpet di ISF 2019. Mereka akan masuk ke acara dan diperlihatkan di atas red carpet.

 

2 dari 2 halaman

Museum Skuter

Scooter Museum menjadi salah satu rangkaian acara dalam perhelatan ISF yang baru diadakan pada tahun ini. Layaknya museum, acara ini akan memajang skuter-skuter dari berbagai zaman dan diberi keterangan perihal sejarahnya.

Pengunjung bisa dengan mudah mendapatkan informasi terkait skuter itu, termasuk skuter langka dan harganya yang fantastis. Acara ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat yang awam dengan skuter.

"Para pengunjung bisa mendapat banyak sekali pengetahuan tentang skuter yang dipadukan dengan keindahan karya seni dari para perupa," tutur Kevin Pradana Tedy, Project Director ISF 2019.

Sejumlah acara lain yang bisa diikuti selama dua hari di ISF 2019, antara lain, Scooter Talkshow, Auction (lelang), Scooter Display, Breakdance Competition, dan Scootmart. Lewat Scootmart, pengunjung bisa mendapatkan beragam suku cadang langka skuter dan produk after market untuk kebutuhan segala macam skuter.

Para pengunjung yang ingin menikmati perhelatan ini cukup membayar tiket masuk Rp 50.000 per hari. Selain bisa mengikuti beragam rangkaian acara, pengunjung juga dapat menikmati sajian musik dari Steven & Coconut Treez, NTRL, Denny Frust, dan sebagainya. 

Loading
Artikel Selanjutnya
7 Masjid Di Yogyakarta yang Menyediakan Takjil Gratis
Artikel Selanjutnya
Libur Lebaran, Polda DIY Fokus Jaga Keamanan Objek Wisata