Sukses

Rp 4,7 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan 2019 di Malang

Liputan6.com, Malang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Jawa Timur, sudah menghitung kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2019. Disiapkan uang kartal sebesar Rp 4,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan selama periode itu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subkhan mengatakan, nominal yang disiapkan itu lebih tinggi dibanding ramadan dan lebaran tahun lalu sebesar Rp 3,9 triliun atau naik 20 persen.

“Itu sudah kami perhitungkan berdasar estimasi kenaikan permintaan kebutuhan uang masyarakat,” kata Subhkan di Malang, Senin, 29 April 2019.

Dana itu dipersiapkan untuk kebutuan penarikan tunai melalui kantor layanan maupun mesin anjungan tunai mandiri di tiap perbankan. Termasuk menyediakan layanan kas keliling kepada masyarakat.

Khusus untuk layanan penukaran uang, akan dilayani di 72 titik bank umum dan 49 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Layanan penukaran uang pecahan kecil itu termasuk disediakan melalui 13 mobil kas keliling. Seluruhnya selama 26 Mei – 2 Juni 2019.

“Layanan penukaran uang pecahan itu baik di kantor perbankan maupun mobile di pusat keramaian,” tutur Azka.

Bank Indonesia Malang mengimbau masyarakat agar menukar uang di tempat penukaran resmi tersebut. Menghindari resiko jadi korban uang palsu dan kemungkinan selisih karena dimanfaatkan jasa penukaran tidak resmi.

2 dari 2 halaman

Waspada Inflasi

Tingginya dana tunai yang disiapkan itu karena tingkat konsumsi masyarakat juga cenderung naik selama ramadan. Harga bahan pangan ada indikasi turut naik selama periode ini. Hal itu bisa memicu kenaikan inflasi di Kota Malang.

Ditambah lagi cuaca buruk turut memengaruhi produktivitas tanaman pangan. Berpotensi mengganggu pasokan ke masyarakat, menimbulkan kenaikan harga. Periode Maret – April, ada komoditas pangan yang harganya naik lebih dari 5 persen.

Komoditas itu seperti bawang putih, cabe keriting, cabe merah, bawang merah, serta sayuran kol dan tomat. Harga bawang putih misalnya, sampai akhir April ini masih cenderung tinggi. Termasuk dampak mundurnya masa panen beberapa tanaman pangan.

“Tim pengendali inflasi daerah segera berkoordinasi untuk mengantisipasi tingkat inflasi di Malang,” kata Azka.

Wilaya kerja Bank Indonesia Malang meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Kota dan Kabupaten Probolinggo. Tingkat share inflasi Kota Malang terhadap nasional mencapai 1,85 persen, Kota Probolinggo sebesar 0,41 persen.