Sukses

Suara Dentuman di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa?

Liputan6.com, Lampung - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM melalui laporan dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan mengingatkan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dan kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawahnya.

Menurut Deny Mardiono, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau saat ini dari pengamatan periode 27 Desember 2018, pukul 06.00 sampai dengan 12.00 WIB, disimpulkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), Kamis (27/12/2018).

Semula level Gunung Anak Krakatau adalah waspada (Level II). Karena itu, direkomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah, dilansir Antara.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang memiliki ketinggian 338 meter dari permukaan laut (mdpl), dengan data diambil dari Stasiun Sertung di dekat Gunung Anak Krakatau, secara visual gunung berkabut 0-III.

Kemudian, asap kawah tidak teramati. Terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Ombak laut sedang.

Kondisi cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 26-28 serajat Celsius dan kelembapan udara 70-94 persen. Volume curah hujan tidak tercatat.

Aktivitas kegempaan satu kali gempa tektonik jauh amplitudo 20 mm, lama gempa 102 detik, sp 0 detik. Kegempaan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 8-27 mm (dominan 20 mm) di Gunung Anak Krakatau.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Anak Krakatu Sempat Erupsi Lagi, Peneliti Inggris: Pemicu Tsunami Kecil
Artikel Selanjutnya
Letusan Krakatau 1883, Kiamat Kecil dari Ujung Selat Sunda