Sukses

Dengan Zenfon, Stroberi Lebih Awet Segarnya

Liputan6.com, Malang - Inovasi terbaru dihasilkan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang bisa untuk mengawetkan atau memperlambat proses pembusukan buah stroberi.

Inovasi alat pengawet buat stroberi yang diberi nama "Zenfon" itu diteliti dan dihasilkan oleh Gigih Widyawantoro, Kamsiatun Eka, dan Ratri Ike dibawah bimbingan dosen, Angky Wahyu Putranto.

"Saat ini metode dalam penanganan buah stroberi segar maupun olahannya seperti jus buah masih dilakukan secara konvensional, hanya dimasukkan dalam kulkas tanpa dilakukan pre-treatment terlebih dahulu, sehingga buah cepat mengalami kerusakan," kata salah seorang anggota tim peneliti Zenfon, Gigih Widyawantoro, di Malang, Jawa Timur, Rabu, 11 Juli 2018, dilansir Antara.

Ia mengaku ide untuk meneliti sekaligus menghasilkan Zenfon tersebut, berawal dari kondisi buah stroberi yang mengandung vitamin C dan nutrisi tinggi serta antioksidan, tetapi cepat membusuk akibat tingginya kandungan air dalam buah tersebut hingga 92 persen.

Dengan kandungan air yang cukup tinggi, pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme dalam buah stroberi sangat cepat sehingga menyebabkan proses pembusukan juga cukup cepat. Maka itu apabila buah tidak cepat terjual, stroberi akan rusak dan petani ataupun pedagang buah merugi.

Apalagi, lanjutnya, harga stroberi yang cukup tinggi, yakni Rp 50.000 per kilogramya. Kerugian itu juga berlaku bagi pembeli yang tidak langsung mengonsumsi buah tersebut.

Maka itu, dengan bantuan alat Zenfon tersebut, mampu mempreservasi buah stroberi segar maupun olahannya dengan menggunakan metode nonthermal berupa Integrasi Ozon dengan High Intensity Pulsed Electric Field (HIPEF).

"Dengan alat ini (Zenfon), bakteri pada buah dan jus akan direduksi sehingga stroberi ataupun olahannya tidak mudah mengalami kerusakan dan memperpanjang umur simpan produk," ujar anggota tim lainnya, Kamsiatun Eka.

 

 

2 dari 2 halaman

Prinsip Kerja

Ia menerangkan prinsip kerja Zenfon adalah dengan menggunakan tegangan tinggi 35 KV yang dilewatkan pada ruang plasma dan chamber HIPEF. Pada ruang plasma, gas oksigen akan berubah menjadi gas ozon karena adanya aliran listrik.

Begitu pula pada chamber HIPEF, ketika terdapat olahan buah berbentuk cair seperti jus yang dimasukkan ke dalam chamber HIPEF, jus tersebut akan menjadi steril karena bakteri dalam produk sudah tereduksi.

Sementara itu, gas ozon yang terbentuk dapat menghilangkan bakteri pada buah segar karena ozon bersifat desinfektan yang lebih kuat daripada senyawa klorin.

"Dengan adanya Zenfon ini, kami berharap masyarakat Indonesia khususnya petani stroberi dapat mengaplikasikannya agar buah tidak mudah rusak sehingga mengurangi potensi kerugian akibat kebusukan buah stroberi," kata Kamsiatun.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Curi Perhatian, Penyanyi Amerika Pakai Batik dan Syuting Video Klip di Malang
Artikel Selanjutnya
BUMD Ini Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi Sekaligus