Sukses

Abu Erupsi Merapi Turun di Banyumas dan Cilacap

Liputan6.com, Banyumas - Hujan abu erupsi Gunung Merapi terjadi di Banyumas dan Cilacap, wilayah timur, Kamis, 24 Mei 2018, antara pukul 08.00-10.30 WIB.

Masyarakat melaporkan hujan abu vulaknik tipis turun sehari setelah erupsi dengan ketinggian kolom mencapai 6.000 meter atau enam kilometer.

Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, lima kecamatan dilaporkan mengalami hujan abu. Lima kecamatan itu adalah Kroya, Adipala, Binangun, Nusawungu, dan Kesugihan.

Meski terjadi hujan abu tipis, dampaknya nyaris tak terasa oleh masyarakat. Dampak erupsi Merapi paling terlihat hanya pada mobil, sepeda motor, dan barang yang terselubung abu tipis.

"Tidak ada dampak yang signifikan," ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Martono, saat dihubungi Liputan6.com, Kamis sore.

Meski begitu, BPBD berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mempersiapkan masker di tiap puskesmas dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD. Masker itu akan akan dibagikan jika sewaktu-waktu situasi memburuk.

Di lima kecamatan, BPBD dan PMI menyediakan sekitar 5.000 masker. Masker itu bakal dibagikan gratis jika abu Merapi turun semakin tebal dan cukup mengganggu masyarakat.

Hujan abu tipis erupsi Merapi juga terjadi di kabupaten tetangga Cilacap, Banyumas. Sama seperti di Cilacap, wilayah yang terdampak adalah daerah di sisi timur.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Hujan Abu di Banyumas dan Penyebab Abu Melayang Sampai Jauh

Hujan abu tipis juga terjadi di kabupaten tetangga Cilacap, Banyumas. Sama seperti di Cilacap, wilayah yang terdampak adalah daerah di sisi timur.

Hujan abu tipis terjadi di tiga kecamatan di sisi timur Banyumas. Tiga kecamatan itu, yakni Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen.

Uniknya, hujan abu di tiga wilayah itu tak turun bersamaan. Kecamatan Tambak mengalami hujan abu pada pukul 08.00 WIB, Sumpiuh pukul 08.30 WIB, dan Kecamatan Kemranjen pukul 09.30 WIB.

Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banyumas, Prasetyo Budi menerangkan, saat Gunung Merapi erupsi freatik pada Rabu 23 Mei 2018 pukul 01.00 WIB, angin bertiup dengan kecepatan sedang hingga kencang ke arah barat daya.

Akibatnya, abu vulkanik terbang hingga ratusan kilometer dan jatuh di Banyumas. Untuk mengantisipasi meningkatnya dampak erupsi Merapi di Banyumas, BPBD juga telah berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait.

Antara lain Satpol PP, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan para relawan. BPBD juga membagikan masker ke wilayah terdampak melalui pemerintah kecamatan.

Informasi yang dihimpun, selain di Banyumas dan Cilacap, ke arah timur, kabupaten-kabupaten wilayah pesisir juga terdampak abu Merapi, meski dampaknya tak terlampau signifikan.

Artikel Selanjutnya
Letusan Merapi Kali Ini Jadi Berbahaya jika Hujan Deras
Artikel Selanjutnya
19 Barak Siap Tampung Puluhan Ribu Warga Lereng Merapi