Sukses

Serunya Jalan-Jalan Pagi ke Kampung Pro-Iklim di Cirebon

Liputan6.com, Cirebon - Cirebon kini menjadi salah satu daerah yang ramai dikunjungi wisatawan selain Bandung. Berbagai cara ditempuh untuk menarik perhatian wisatawan.

Seperti yang ada di Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Di kawasan perkampungan ini, warga menyulap suasana yang lebih ramah dan menarik.

Tembok jalan perkampungan yang dulu terkesan kumuh disulap bernilai seni. Mural hewan dan tumbuhan menghiasai tembok yang berada di gerbang masuk Kampung Sidwamulya Utara, RW 10.

Uniknya, bukan sebatas mural yang ada di tembok. Mural tersebut didesain tiga dimensi atau 3D dan memiliki tema pelestarian lingkungan.

"Ide tentang mengampanyekan pelestarian lingkungan ini disebutnya Kampung Pro-Iklim. Anggaran pembuatan Kampung Pro-Iklim ini bersumber dari bantuan wali kota (bawal)," ucap pengurus RW 03 Kampung Langensari, Kelurahan Pekiringan. Kota Cirebon, Andi Supardi, Sabtu, 14 April 2018.

Pantauan di lokasi, warga sekitar dan aktivis lingkungan membuat mural gorila melotot, gajah serta satwa lainnya. Warna hijau dan biru mendominasi mural 3D tersebut.

Gambar-gambar tersebut menarik perhatian sejumlah orang yang melintas, terutama saat pagi dan siang hari. Saat ini, ada dua kampung di kelurahan tersebut yang disulap menjadi menarik, yakni Kampung Sidamulya Utara, RW 10, dan Langensari, RW 03.

Dia mengatakan, di Kampung Langensari, RW 03, memiliki gambar yang lebih bervariatif. Tembok yang panjangnya kurang lebih 50 meter, gambar-gambar 3D seperti hiu, gozila, burung, dan lainnya menghiasi tembok.

Tak sedikit masyarakat tertarik untuk berswafoto di mural dengan pose yang aneh dan beraneka ragam di Kampung Pro-Iklim Cirebon ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Dikenal Kumuh

Andi mengatakan pula, ide memilih mural untuk dijadikan sebagai media kampanye pelestarian berawal dari diskusi bersama pihak kelurahan. Pihak kelurahan menyatakan sepakat untuk menjadikan Pekiringan sebagai Kampung Pro-Iklim.

Andi mengakui, sebelumnya Kampung Langensari merupakan salah satu kampung yang dikenal kumuh. Dia mengatakan, di kampung tersebut terdapat pabrik yang tak beroperasi.

Kondisinya yang tak terawat berdampak pada lingkungan kampung.

"Kita mulai berbenah, selain tembok ya jalan juga kita hias. Ada pemasangan biopori dan menanam tumbuhan juga di beberapa lokasi untuk penghijauan," sebut Andi.

Andi mengaku belakangan banyak masyarakat yang berfoto-foto di lokasi mural. Mulai dari warga yang melintas hingga ibu PKK.

"Ini digarap sekitar dua minggu lalu," imbuhnya.

Selain kampanye lingkungan hidup, mural 3D dan penghijauan yang dilakukan merupakan salah satu kesiapan kampung mengikuti lomba administrasi tingkat provinsi.

"Di depan mural nanti kita desain tempat bermain untuk anak-anak. Tujuannya agar kampung ini ramah anak juga," katanya.