Sukses

Ribuan Warga Jambi Segera Nikmati Listrik Hasil Patungan Zakat

Liputan6.com, Jambi - Tak kurang dari 283 rumah di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi akan segera menikmati aliran listrik dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di daerah itu.

Proyek PLTMH dengan kapasitas listrik mencapai 60 kilo watt (KW) itu dibangun dari hasil patungan zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Proyek listrik ramah lingkungan ini juga mendapat sokongan penuh dari Bank Jambi serta United Nations Development Programme (UNDP) yang merupakan lembaga organ PBB untuk program pembangunan.

Untuk segera mewujudkan proyek itu, sejumlah pejabat berkumpul di Desa Lubuk Bangkar pada Jumat, 6 April 2018 lalu untuk peletakkan batu pertama proyek listrik tersebut.

Mereka adalah Sekretaris Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wawan Supriatna, Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar. Kemudian Deputi Country Director UNDP Indonesia Fracine Pickup, Wakil Ketua Baznas Zainul Bahar Noor, Bupati Sarolangun Cek Endra serta sejumlah pejabat Jambi lainnya.

"Selain dinikmati 283 rumah tangga, listrik PLTMH ini nantinya juga bisa menerangi dua sekolah, lima masjid dan mushola, satu balai desa dan lima gardu atau posyandu," ujar Fachrori.

Selain di Sarolangun, program listrik PLTMH itu juga akan dinikmati ribuan warga di dua desa lain yang ada di Kabupaten Merangin, daerah yang bersebelahan dengan Kabupaten Sarolangun.

"Ini akan menjadi terobosan yang begitu baik. Warga juga harus ikut terlibat, penting untuk menjaga sumber aliran air bagi keberlangsungan PLTMH," ucap Fachrori.

 

2 dari 3 halaman

2.500 Desa Masih Gelap

Sekretaris Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementrian ESDM Wawan Supriatna mengaku amat tersentuh dengan peletakkan batu pertama PLTMH Desa Lubuk Bangkar tersebut. Mengingat, sudah 72 tahun Indonesia merdeka masih ada 2.500 desa di Indonesia yang masih gelap alias belum tersentuh listrik.

"Kita kerjasama dengan UNDP, walaupun konsentrasinya penurunan emisi, tetapi kita buka lebih lebar lagi agar juga membantu (masyarakat)," ujar Wawan.

Kementerian ESDM, kata Wawan, akan mendorong proyek yang sama di daerah lain yang masih gelap. Tentunya melihat potensi dan sumber tenaga yang ada. Hal itu sebagai salah satu upaya dari tugas pemerintah untuk menggantikan energi fosil yang akan habis tidak lebih dari 10 tahun dengan pola konsumsi saat ini tanpa diiringi usaha eksplorasi yang masif.

 

3 dari 3 halaman

Peran Penting Zakat

Sementara itu, Deputi Country UNDP untuk Indonesia Fracine Pickup mengatakan, proyek PLTMH itu ditarget akan selesai sebelum hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2018 nanti. Sementara untuk menjaga keberlangsungan PLTMH itu, nantinya akan dibentuk kelompok warga yang bertugas mengelola pembangkit listrik tersebut.

Fracine juga menilai, keberadaan zakat memegang peranan penting dalam pengentasan kemiskinan serta pelestarian lingkungan sebagaimana tertuang dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's) 2030.

"Baznas merupakan organisasi pengumpul zakat yang pertama di dunia yang berkomitmen mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan kegiatan ini merupakan bukti dari kesungguhan tersebut," ujar Fracine.

Sebelumnya, proyek bantuan PLTMH ini sudah dipaparkan Gubernur Jambi Zumi Zola di forum PBB pada 20-22 September 2017 lalu di New York, Amerika Serikat. Saat itu, Zumi Zola menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Proyek yang pendanaannya bukan dari kas negara ini sebelumnya ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Zumi Zola dengan UNDP di rumah dinas Gubernur Jambi pada Senin 11 September 2017.

Pada tahap awal ada empat PLTMH yang akan dibangun di Jambi. Yakni di Desa Jangkat dan Rantau Kermas yang terletak di Kabupaten Merangin. Kemudian dua desa lain adalah Muara Pemuat dan Lubuk Bangkar di Kabupaten Sarolangun.

Dengan pembangunan dan rehabilitasi PLTMH tersebut, diperkirakan ada 937 rumah atau 6.454 jiwa di empat desa itu akan dapat menikmati akses energi listrik.