Sukses

Pencarian Sopir Taksi Online Palembang, dari Lacak Sinyal hingga Tanya Dukun

Liputan6.com, Palembang - Keluarga Tri Widyantoro (43), sopir taksi online di Palembang yang menghilang selama 40 hari, terus melakukan upaya pencarian.

Laporan yang dilayangkan ke SPKT Polresta Palembang dan Polda Sumatera Selatan (Sumsel), hingga kini masih belum membuahkan hasil. Pihak keluarga pun melakukan berbagai cara alternatif untuk mencari keberadaan bapak tiga anak ini.

Bambang, kakak pertama Tri Widyantoro mengatakan, mereka sudah melakukan berbagai cara untuk mencari keberadaan adiknya. Mulai dari mendatangi dukun hingga mencari jejak terakhir Tri Widiyantoro melalui sinyal ponsel.

"Kita sudah ke orang pintar dan kiai pesantren. Ada yang menunjuk lokasi terakhir adik saya di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), Kabupaten Banyuasin Sumsel," ujarnya kepada Liputan6.com, saat mengikuti aksi demo ratusan sopir taksi online Palembang, di depan Mapolda Sumsel, Kamis, 22 Maret 2018.

Dari hasil penerawangan paranormal tersebut, rata-rata mereka tidak bisa melihat jelas posisi pastinya dan bagaimana keadaan Tri Widyantoro. Mereka juga sudah berupaya mencari sopir taksi online ini menggunakan navigasi sinyal ponsel terakhir Tri Widiyantoro.

Hasilnya menunjukkan sinyal ponsel warga Jalan Talang Ratu, Kecamatan Kemuning Palembang ini berada di kawasan TAA, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Pertemuan Bambang dengan adik ketiganya ini sekitar satu minggu sebelum Tri Widyantoro menghilang. Selama ini, Tri Wdiyantoro tidak pernah mengeluhkan permasalahan apa pun. Terlebih saat dia sudah melakoni profesi baru sebagai sopir taksi online selama lima bulan terakhir.

 

2 dari 3 halaman

Batal Jemput Anak

"Saya baru tahu saat istrinya menghubungi para keluarga, jika Tri Widyantoro tidak pulang-pulang seusai berangkat pada Selasa, 15 Februari 2018, pagi dari rumahnya," ujarnya.

Dari penuturan istrinya, Tri Widyantoro seharusnya menjemput anak keduanya pulang sekolah pada pukul 12.00 WIB. Namun, anaknya tak kunjung dijemput, sampai malam hari pun Tri Widyantoro tidak pulang ke rumah.

Keesokan harinya, pihak keluarga langsung melaporkan ke anggota kepolisian. Sudah lebih dari satu bulan, mereka mencari keberadaan Tri Widyantoro, tetapi tak kunjung berhasil.

Menghilangnya sopir taksi online ini, membuat istri korban mengalami penurunan kondisi kesehatan. Terlebih, sang istri harus mengurus ketiga anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), dan anak terakhir berusia 2 tahun.

Selama Tri Widyantoro menghilang, pihak keluarga tidak mendapatkan firasat atau pertanda apa pun. Mereka tetap optimis korban selamat, meskipun belum mendapatkan informasi apa pun.

 

3 dari 3 halaman

Ponsel Korban Terlacak

"Jika meninggal tidak wajar, pasti ada pertanda khusus. Tapi ini tidak ada apa pun. Perkiraan keluarga, adik saya masih hidup," katanya.

Informasi yang diterima, pihak kepolisian sudah menemukan dua unit ponsel dan transaksi rekening bank milik Tri Widyantoro. Namun, hingga sekarang, mereka masih menunggu informasi jelas.

Dua unit ponsel milik Tri Widyantoro yang berhasil dilacak, dibeli oleh dua orang warga Palembang. Salah satu ponsel lama korban, sudah lama menghilang sekitar bulan September 2017.

"Satu unit ponselnya dijual di mal dan dibeli sama anak SMA. Satu lagi dijual di rumah susun (rusun) Jalan Radial Palembang, pembelinya juga warga rusun. Dua ponsel itu sudah disita polisi," katanya.

Bambang mengharapkan anggota kepolisian segera mengungkap kasus hilangnya salah satu anggota keluarganya karena Tri Widyantoro merupakan tulang punggung keluarga yang sangat diandalkan.

Tri Widyantoro yang merupakan alumni Universitas Sriwijaya (Unsri) menghilang saat membawa mobil Daihatsu Xenia berplat BG 1352 RP berwarna silver.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

Loading