Sukses

Banjir Repotkan Pengendara di Kabupaten Bandung dan Tol Pejagan

Liputan6.com, Bandung - Bencana banjir yang terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdampak terputusnya Jalan Raya Banjaran. Padahal, sejak pagi hingga Jumat siang tadi, kondisi lalu lintas di Jalan Raya Banjaran ramai oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Menurut anggota Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bandung, Riska Rachmatika, beberapa titik terpantau macet akibat banjir. Di kawasan Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, misalnya. Lalu lintas sangat padat lantaran hanya tersisa satu jalur, yakni dari arah Bandung Selatan menuju Kota Bandung.

Ia menjelaskan, jalur Jalan Raya Banjaran di wilayah Andir terputus akibat banjir, jadi hanya tersisa jalur Siliwangi dan Rancamanyar untuk yang dari arah Banjaran menuju Bandung. Jalur alternatif sepeda motor melalui Jembatan Cilebak terpantau padat.

"Untuk genangan air di jalan rata-rata 20-60 cm," ucap Riska di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (23/2/2018).

1 dari 4 halaman

6 Kecamatan Terdampak Luapan Sungai Citarum

Riska mengatakan, kendala kemacetan itu diakibatkan tepat di pertigaan Jembatan Rancamanyar terdapat bangunan sekolah dasar (SD), pasar tradisional, dan persimpangan jalan. Pada pukul 08.30 WIB, antrean kendaraan mulai berangsur menurun jumlahnya, usai jadwal pelajar masuk sekolah dan jam kerja pegawai pabrik.

Antrean kendaraan saat jalan raya terpapar banjir dipicu pula oleh keterbatasan petugas yang mengatur lalu lintas. Serta, kurang disiplinnya pengguna jalan yang menutup jalur.

Sementara, antrean kendaraan terjadi di Jalan Raya Banjaran dari Jembatan Andir, Jalan Andir-Katapang dari mulai Andir-Parunghalang, dan Jalan Inspeksi, Kampung Tambakan.

Adapun pada Jumat siang, kondisi lalu lintas terpantau ramai lancar, namun jalur Jalan Raya Banjaran-Andir masih terputus. "Jalur lainnya sudah mulai terurai hanya di beberapa titik persimpangan terpantau sedikit padat," ujar Riska.

Pada hari ini sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan air anak Sungai Citarum limpas ke jalan raya dan permukiman.

 

2 dari 4 halaman

Ruas Tol Pejagan-Pemalang Tergenang

Pada hari ini, ruas Tol Pejagan-Pemalang dari arah Jakarta-Semarang di kilometer (KM) 237 tergenang luapan banjir Sungai Cisanggarung setinggi 25 centimeter. Para pengendara pun diminta berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut. Namun, pengelola tol memastikan kondisi jalan masih aman untuk dilalui.

Kepala Cabang Pengelola Tol Pejagan-Pemalang, Zulmarlian Iskandar menyatakan Tol Pejagan hingga exit Tol Brebes Timur (Brexit) masih bisa dilalui meskipun di Km 237 terjadi genangan banjir sekitar pukul 07.15 WIB pagi tadi hingga Jumat siang.

Genangan banjir itu luapan dari Sungai Cisanggarung yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Karena memang sebenarnya sudah kemarin (Kamis) debit air Sungai Cisanggarung tinggi dan sempat meluap ke jalan tol. Tapi, kendaraan masih bisa melintas di sana," ucap Zulmarlian Iskandar.

 

3 dari 4 halaman

Polisi Siap Antisipasi Banjir Meninggi

Zulmarlian menambahkan, luapan banjir dari Sungai Cisanggarung yang menggenangi jalan tol itu akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi diperparah ruas jalan pantura di Jembatan Pemali dari arah Jakarta-Semarang ada yang rusak dan ambles.

Polisi sempat mengalihkan sebagian kendaraan besar, khususnya yang masuk ke dalam tol. "Kami juga sudah informasikan melalui pengeras suara di ruas Tol Kanci (Jawa Barat) agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas di titik yang tergenang banjir di Km 237," ungkapnya.

Terkait penutupan jalan tol jika genangan banjir semakin tinggi, Zulmarlian menyebut akan diberlakukan sesuai kondisi situasional berdasarkan pengamatan secara langsung oleh petugas tol.

"Sampai saat ini untuk penutupan tol sementara masih belum dilakukan. Karena melihat situasinya dulu bagaimana nanti," dia memungkasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Jokowi Perkirakan Revitalisasi Sungai Citarum Selesai dalam 7 Tahun
Artikel Selanjutnya
Kabupaten Bandung Lagi-Lagi Kebanjiran, Program Citarum Harum Belum Berdampak?