Penjaga Warteg Ungkap Detik-detik Bentrokan Maut di Menteng

Penjaga warteg yang berada di dekat lokasi menceritakan bentrokan di Jalan Tambak bermula sekitar pukul 10.00 WIB hingga berujung aksi saling lempar batu, pembakaran motor, dan korban jiwa.

Diterbitkan 26 Juli 2026, 18:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bentrokan antarwarga di Jalan Tambak berlangsung empat jam, menewaskan satu orang.
  • Kericuhan melibatkan lemparan batu, senjata tajam, dan pembakaran motor oleh massa.
  • Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan yang dipicu keresahan warga terhadap kelompok di lokasi.

Liputan6.com, Jakarta - Bentrokan antarwarga yang terjadi di Jalan Tambak, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), berlangsung selama sekitar empat jam sebelum akhirnya mereda. Seorang penjaga warteg yang berada tak jauh dari lokasi mengaku menyaksikan langsung bagaimana kericuhan itu berkembang hingga menewaskan satu orang.

Yuli (26) mengatakan, bentrokan mulai terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia sedang melayani pelanggan di warteg tempatnya bekerja ketika mendengar suara gaduh dari luar.

Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari kecelakaan lalu lintas. Namun, setelah keluar, ia melihat dua kelompok warga sudah saling berhadapan.

"Yang aku lihat sih, si salah satu kelompok ya dari warung tuh mungkin disuruh tutup kayak nggak terima gitu kali ya. Jadi warganya dorong-dorong gerbang. Terus si kelompok satunya nggak terima, mereka keluar semua," kata Yuli saat ditemui Liputan6.com di lokasi.

Menurut Yuli, situasi dengan cepat berubah menjadi bentrokan. Kedua kelompok saling melempar batu. Di tengah kericuhan itu, ia juga melihat sejumlah orang membawa senjata tajam.

"Terus para ojek online juga ikutan, ikutan itu tawuran, lemparin batu, terus celurit, bawa senjata tajam-tajam gitu," ujarnya.

 

Pagar Jebol, Situasi Memanas

Kericuhan semakin membesar ketika warga yang berada di luar area berhasil menjebol pagar dan merobohkan tembok pembatas hingga masuk ke dalam lokasi.

Setelah berhasil masuk, massa disebut mengeluarkan sejumlah sepeda motor dari dalam area. Tak lama kemudian, kendaraan tersebut dibakar di tengah bentrokan yang masih berlangsung.

"Kejar-kejaran. Terus kan pas arah sebelah pintu kanan kan ada yang jebol, jadi si warga masuk ke situ terus langsung dibakar gitu," katanya.

Menurut Yuli, bentrokan baru mereda sekitar pukul 14.00 WIB setelah aparat kepolisian datang mengendalikan situasi.

Satu Orang Meninggal Dunia

Meski tidak mengetahui secara pasti penyebab kericuhan, Yuli mengaku kelompok yang berada di dalam lahan tersebut kerap membuat warga sekitar merasa resah. Ia mengatakan aktivitas mereka sering menimbulkan kebisingan, terutama pada malam hari, sehingga mengganggu warga sekitar.

"Kalau malam juga sering itu kan, sering ramai-ramai kayak gitu, nyanyi-nyanyi. Jadi nggak ada berhentinya. Pas waktu azan pun masih ramai gitu, nggak dimatiin," ucapnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan bentrokan di Jalan Tambak mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka kritis.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan serta memeriksa sejumlah orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6