Sukses

Gunung Agung Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Bandara

Liputan6.com, Denpasar - Sejak beberapa hari terakhir, Gunung Agung terus menggeliat. Meski masih dalam skala kecil, gunung setinggi 3.142 mdpl itu terus erupsi. Abu vulkanik pun dimuntahkan. Kali ini, abu vulkanik setinggi 1.000 hingga 1.500 meter dibawa angin mengarah ke selatan.

Sejumlah warga sempat merasakan hujan abu dengan intensitas tipis. Begitu juga abu vulkanik dirasakan turun di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Meski mengarah ke selatan, abu vulkanik belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

‎"Kalau ketinggian abu 6.000 meter dari permukan laut baru akan terpengaruh pada rekomendasi jalur penerbangan akibat aktivitas Gunung Agung. Sejauh ini belum berpengaruh, VONA masih oranye," ujar Devy, Selasa (12/12/2017).

Ia membenarkan bahwa hari ini gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem itu kembali erupsi. Hari ini, aktivitas kegempaan Gunung Agung hembusan terjadi 13 kali, gempa frekuensi rendah empat kali, vulkanik dangkal dua kali, vulkanik dalam tiga kali, dan tektonik lokal satu kali.

 

1 dari 2 halaman

Kepalan Tangan Raksasa

Sebelumnya, Gunung Agung meletus pada Senin, 11 Desember 2017. Hal itu menandakan aktivitas vulkanik di Gunung Agung masih tinggi.

Pada erupsi kemarin, kolom abu atau asap yang dikeluarkan dari Gunung Agung tampak seperti kepalan tangan raksasa yang menyembul dari kawah gunung. "Kepalan tangan" raksasa itu terlihat pada pukul 04.56 Wita.

Foto fenomena langka itu disebarluaskan oleh Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

"Erupsi kecil dengan kolom abu mirip tangan terkepal dari kawah Gunung Agung pada 11/12/2017 pukul 04.56 Wita. Aktivitas vulkanik masih tinggi. Status Awas (level 4)," tulis Sutopo dalam akun Twitter-nya, @Sutopo_BNPB.

Selain itu, embusan asap berwarna putih kelabu dari kawah makin sering terjadi di Gunung Agung.

"Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500 meter di atas puncak kawah," ucap Sutopo.

Meski begitu, Bandara Internasional Ngurah Rai dan Lombok beroperasi normal.

Saksikan video pilihan berikut ini: