Sukses

Risma Jenguk Bocah Lumpuh yang Didorong Ayahnya dengan Gerobak

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluangkan waktu menjenguk Yanuar di RSUD dr M Soewandhie, Jumat 20 Oktober malam. Kisah Yanuar beberapa hari sebelumnya sempat viral di media sosial. Pasalnya, bocah itu didorong dengan gerobak oleh ayahnya, Suprijadi, demi mencari pengobatan.

Namun, setelah informasi tersebut sampai ke telinga Risma, Yanuar langsung ditangani secara medis. Mengetahui Risma memasuki ruang perawatan, Suprijadi langsung beranjak dari tempat duduknya. Seketika terjadi perbincangan antara Risma dengan Suprijadi di dekat ranjang Yanuar yang kebetulan tengah terlelap.

Risma berulang kali mewanti-wanti Suprijadi agar tidak pulang ke desanya di Madiun. Dia membujuk Suprijadi agar fokus menjaga Yanuar.

"Sudah tidak perlu memikirkan yang lain. Anda di sini saja menjaga Yanuar. Kalau Anda nekat pulang, saya jemput lagi ya. Masa Anda tidak mengenal saya?," tutur wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.

Tak hanya itu, perhatian Risma juga menyasar keluarga Yanuar secara keseluruhan. Termasuk intervensi ekonomi. Risma berjanji akan mencarikan jalan keluar masalah ekonomi yang membelitnya. Di samping itu, dia juga akan memberikan bantuan tempat tinggal di rumah susun milik Pemkot Surabaya.

Pantaun Liputan6.com, di Rumah Sakit dr M Soewandhie, Risma nampak berbincang kepada dokter yang menangani Yanuar. Ia berniat membuatkan kursi roda khusus untuk bocah malang itu.

"Besok boleh ya diukur untuk kursi roda?" tanya Risma kepada tim dokter yang kemudian disambut dengan jawaban, "Iya".

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rachmanita yang turut mendampingi Risma menuturkan, Yanuar didiagnosa menderita cerebral palsy atau gangguan tumbuh kembang otak sejak usia 2 tahun. Oleh karenanya, butuh penanganan secara intensif.

Lebih lanjut, pejabat perempuan yang akrab disapa Fenny ini menjelaskan, Yanuar ditangani oleh tim beranggotakan lima dokter. Antara lain, dokter spesialis anak, ortopedi anak, telinga hidung tenggorokan (THT), rehab medik dan gizi. Selama lebih kurang seminggu ke depan, Yanuar akan diobservasi secara intensif.

Adapun tahapan awal, tim dokter fokus pada perbaikan kondisi umum terkait penstabilan elektrolit tubuh. Serta, dalam waktu dekat akan dilakukan CT scan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Sembari, secara pararel akan diterapi medik. Sebab, Yanuar mengalami kesulitan menelan yang berdampak pada asupan nutrisinya.

"Kami optimistis dalam beberapa hari ke depan kondisi Yanuar akan jauh lebih baik. Sebab, tim dokter sudah melakukan tahapan-tahapan guna memulihkan kondisi Yanuar. Harapannya, Yanuar bisa beraktivitas dan berinteraksi dengan lebih baik lagi," ujar Fenny.

Saksikan video pilihan berikut ini!

Loading