Sukses

Jembatan Kaca Percantik Kampung Warna-warni Malang

Liputan6.com, Malang - Jembatan kaca penghubung Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi, Kota Malang, Jawa Timur, rampung dikerjakan. Saat ini, jembatan itu belum boleh dilintasi sembari menunggu peresmian oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Ida, salah seorang warga Kampung Warna-warni mengatakan, dari informasi yang didengarnya jembatan kaca akan diresmikan oleh Pemkot Malang, pekan depan.

"Harapan kami peresmiannya bisa sesuai jadwal itu agar menjadi daya tarik bagi wisatawan," ucap Ida di Malang, Senin, 2 Oktober 2017.

Menurut dia, pengunjung di Kampung Warna-warni saat ini ada penurunan. Di awal kemunculannya, setiap hari rata–rata ada 500–700 orang berkunjung ke Kampung Warna-warni. Tapi, saat ini, hanya sekitar 150 orang per hari.

"Warga sudah banyak yang berjualan di makanan ringan di rumah. Kalau nanti ramai lagi, tentu perekonomian kami bisa bertambah," tutur Ida.

Jembatan kaca menghubungkan Kampung Warna-warni Jodipan di selatan dengan Kampung Tridi Ksatriyan di utara yang dibelah oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Nantinya, pengunjung bisa melintasi jembatan kaca sekaligus melihat ke bawah sungai secara langsung.

Jembatan kaca dibangun di atas batas maksimal ketinggian DAS Brantas (Zainul Arifin/Liputan6.com)

Jembatan kaca dikerjakan sejak Mei silam, bersumber dana sosial sebuah perusahaan. Kajian konstruksinya melibatkan tim ahli perguruan tinggi, mengutamakan keselamatan pengunjung. Tiap ujung jembatan dicor beton sebagai penguat, kaca ada di sela railing sebagai penopang utamanya.

Jembatan membentang sepanjang 20 meter selebar 145 sentimeter. Ketinggian tiangnya sekitar 20 meter, jauh di atas batas maksimal permukaan air saat banjir, yakni setinggi 4,22 meter. Alhasil, meski ada banjir, jembatan itu diyakini tetap aman dan kuat.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan, jembatan kaca di Kampung Warna-warni rencananya akan diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada Senin, 9 Oktober mendatang.

"Setelah diresmikan, perawatan nanti diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” kata Nur Widianto.

Saksikan video pilihan berikut ini: