Sukses

#Plisatuhlah, Kode Keras bagi Pelanggar Aturan di Bandung

Liputan6.com, Bandung - Ancaman pidana seringkali tak bekerja menghentikan para pelanggar aturan. Sejumlah warga yang gerah dengan aksi pelanggar yang bertindak semaunya mulai bersuara di media sosial.

Mereka merekam momen pelanggaran aturan dan menyebarkannya dengan tagar #plisatuhlah sebagai sindiran bagi pelanggar aturan.

Salah satu sindiran diungkapkan pemilik akun Twitter @aloydhani. Ia mengunggah sebuah foto pengguna motor yang yang mengenakan baju hansip berboncengan dan berbelok di perempatan. Dalam foto itu, mereka menggantikan helm dengan topi.

"Pake baju hansip aja udah berani ga pake helm, apalagi kalo pake baju tni ? Hadeuuh #plisatuhlah," tulis @aloydhani, pada 21 April 2016 lalu.

Sindiran senada juga diungkapkan akun @kartiwa_wawa1. Ia mengomentari foto seorang ibu yang mengenakan sanggul sedang mengendarai tanpa mengenakan helm, "Sanggul ibu ini SNI lebih dari Helm biasa kuatnya #plisatuhlah."

Tak hanya mengomentari para pelanggar aturan, tagar #plisatuhlah juga disematkan pada poster imbauan taat aturan, seperti yang diunggah akun @infobdg. Salah satu imbauan itu berisi ajakan untuk tidak ugal-ugalan.

Poster itu ditampilkan dalam gambar komik yang lucu dan menarik. Di dalamnya dituliskan komentar singkat tapi mengena. Poster imbauan itu berhasil menarik pengguna Twitter untuk me-retweet postingan tersebut, seperti yang diunggah pemilik akun @NaGunadireja.

Ia menuliskan, "2016 masih ugal-ugalan di jalanan? helloooooow~ #plisatuhlah."

Sindiran itu tidak hanya dialamatkan pada pelanggar aturan di jalan raya. Sejumlah pengguna akun juga mengomentari kebiasaan buruk warga lainnya, seperti membuang sampah sembarangan.

Sindiran itu disampaikan secara halus yang kadang membuat pembaca tersenyum simpul. Contohnya komentar yang dituliskan akun @infobdg, "Yang masih buang sampah sembarangan mungkin kurang piknik :( #plisatuhlah."

Plis atuh lah jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti tolong dong atau jangan gitu dong. Ungkapan itu menunjukkan ketidaksenangan seseorang atas sesuatu hal, bisa berupa hal yang tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan suasana hati.

Loading