Sukses

Misteri Hilangnya Pagar Malioboro Terpecahkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Misteri pagar Malioboro yang sempat menjadi pro kontra dan mendadak hilang entah kemana kini terjawab. Pagar berwarna oranye itu ternyata ada di Pantai Depok, DIY.

Pagar yang dipasang di sepanjang Jalan Malioboro sekitar 3 km itu dimanfaatkan untuk pagar dalam acara Jogja Air Show XI 2016.

Ketua Pelaksana Jogja Air Show (JAS) XI Moris TS mengatakan pelaksanaan JAS yang berlangsung 25-27 Maret 2016 itu akan diikuti 379 peserta dari dalam dan luar negeri.

Berbagai macam cabang olah raga dirgantara yang ada di JAS seperti paralayang, gantole, paramotor, microlight, pesawat swayasa, aeromodelling dan banyak lainnya.

Acara aerosport itu digelar di Pantai Parangkusumo, Parangtritis dan Pantai Depok. Wilayah di sekeliling acara nantinya dipagari untuk mengamankan warga yang ingin menonton acara JAS itu.

Sebelumnya, panitia hanya memberikan garis polisi di sekitar landasan saat acara. Namun, tanda itu tidak ditaati masyarakat sehingga banyak warga yang menonton di dekat landasan meski membahayakan.

 


Dinas pariwisata setempat kemudian membantu panitia dengan memberikan pagar Malioboro bagi keamanan penonton.

"Dari Malioboro dipindahkan. Nanti pagar oranye Malioboro dipasang di landasan supaya tidak mengganggu acara. Jadi, penonton tidak bisa mendekat," ujar Moris, Selasa (22/3/2016).

JAS tahun ini mendapat perhatian besar dari peserta dari luar negeri dengan menjadi peserta. Bahkan, atensi peserta terjun payung yang dibatasi hingga 70 orang melebihi kapasitas hingga mencapai 84 peserta.

Sementara, peserta cabang olah raga dirgantara lainnya masing-masing diikuti 25 hingga 50 orang. Bagi penggemar olah raga dirgantara akan digelar acara seremonial pada Minggu, 27 Maret 2016.

"Kalau yang mengandalkan visual, setengah sembilan atau setengah tiga. Satu pantai isinya warna-warni yang terdiri dari terjun payung pesawat. Itu hebohnya tanggal 27 nanti," papar Moris.

Sementara itu, Kadisop Lanud Adi Sucipto Bonang Bayu Aji selaku Ketua Harian FASI mengatakan, pihaknya sebagai penanggung jawab acara sudah memperhatikan sisi keamanan acara. Termasuk melihat kecepatan angin dan cuaca.

Jika cuaca tidak memungkinkan, ia memastikan akan segera dihentikan. Selain itu, pengamanan di landasan juga diperketat seperti menggunakan pagar Malioboro.

"Tahun ini kita pageri landasan pake pager Malioboro. Selain itu, kita pageri landasan dan barisan pos tenda dan jaringan komunikasi yang ada juga dengan lanud," ujar Bonang.

Menurut Bonang, Yogya menjadi satu-satunya kota yang memiliki seluruh cabang olah raga dirgantara di Indonesia.

"Pertumbuhan olahraga dirgantara di Jogja tidak bisa dibendung. Karena Yogya menjadi tempat yang sangat nikmat dan tepat untuk gelaran kedirgantaraan seperti JAS," pungkas Bonang.

Loading