2 Bayi Lahir di Manado Saat Gerhana Matahari

Orangtua bayi itu belum memberi memberikan nama.

Diterbitkan 09 Maret 2016, 16:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manado - Saat sebagian besar warga Manado sibuk menyaksikan momen gerhana matahari sebagian yang terjadi sekitar pukul 08.00-10.00 WITA, Regina Mandey justru bergelut untuk membantu persalinan Indri Kakatua.

Sebagai perawat di Rumah Sakit Pancaran Kasih, Manado, dia harus membantu kelahiran 2 bayi laki-laki tepat saat gerhana matahari terjadi.

"Proses kelahiran berjalan lancar. Tadi pagi sekitar pukul 09.40 WITA, kedua bayi dan ibunya dalam keadaan sehat," ujar Regina.

Baca Juga

  • Asap Pabrik Jadi Biang Tertutupnya Gerhana Matahari di Palembang?
  • Cara Unik Menikmati Gerhana, Dari Topeng Las hingga Kardus Bekas
  • Beda Gerhana Matahari Total 2016 dengan 1983 di Mata JK


Orangtua bayi itu, Indri dan Slamet Hermanto belum menyiapkan nama untuk anak laki-laki mereka itu. "Belum ada nama," ujar Indri.

Bayi kedua yang lahir saat terjadinya gerhana adalah buah hati pasangan Indah Dungio dan Rafik Dasmele, warga Kecamatan Wanea, Manado.

"Ini anak kedua kami. Istri saya masuk rumah sakit sejak kemarin dan siang tadi baru melahirkan sekitar pukul 10.00 WITA," ujar Rafik saat ditemui di RS Advent Manado, siang tadi.

Rafik juga mengakui, belum menyiapkan nama untuk anak keduanya ini.

Sementara itu, warga Manado antusias menyaksikan gerhana matahari sebagian. Sejumlah titik seperti Kawasan Megamas dan Jembatan Soekarno menjadi lokasi favorit. Ribuan warga Manado tumpah ruah di sana untuk mengabadikan peristiwa itu.