Sukses

Prabowo: Pekerjaan Tentara Agak Kurang Mulia

Liputan6.com, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai profesi tentara kurang mulia. Sebab, kata dia, tugas tentara adalah menghilangkan nyawa.

"Sebetulnya tentara itu pekerjaannya perlu ya, tapi agak kurang mulia juga, maaf. Bukan saya enggak loyal. Kalau bisa ya tapi kita (tentara) kan tugasnya menghilangkan nyawa," kata Prabowo dalam sambutannya di acara dialog silaturahmi Paslon Presiden dan Wakil Presiden Bersama Komunitas Kesehatan di Hotel Bidakara, Kamis (28/2/2019).

Prabowo menjelaskan, tentara memang memiliki tugas untuk menghabisi nyawa seseorang yang merupakan musuh bangsa. Namun tentara dilarang membunuh masyarakat sipil.

"Prajurit yang benar tidak boleh melukai atau mengancam keselamatan orang yang tidak berdosa yang tidak berkemampuan yang tidak bersenjata atau yang minatnya atau niatnya adalah baik, tidak ada niat jahat," ungkapnya.

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan orang yang dianggap mengancam keutuhan bangsa juga wajib diberi peringatan terlebih dahulu. Jika masih mengancam baru boleh ditindak oleh tentara.

"Jadi prajurit yang benar adalah prajurit yang membela seluruh bangsa negara dan rakyat. Tidak boleh membela suatu golongan saja," ucap Prabowo .

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

  • H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, dan mantan perwira TNI Angkatan Darat.
    H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, dan mantan perwira TNI Angkatan Darat.
    Prabowo
  • H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, dan mantan perwira TNI Angkatan Darat.
    H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, dan mantan perwira TNI Angkatan Darat.
    Prabowo Subianto
Loading
Artikel Selanjutnya
Diundang Komunitas Kesehatan, Capres Prabowo: Saya Sempat Jatuh Cinta ke Perawat
Artikel Selanjutnya
Prabowo, Rocky Gerung, Hingga Amien Rais Disebut di Dakwaan Ratna Sarumpaet