Sukses

Ditawari Banyak Marga, Djarot Menolak dengan Alasan Ini

Liputan6.com, Deli Serdang - Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat berkeinginan untuk tetap menjadi sahabat semua suku, meski diakuinya dia banyak menerima tawaran marga atau gelar adat.

Ketika berkampanye di Desa Bangun Purba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Djarot mengungkapkan rasa bangganya atas tawaran marga dan gelar adat dari berbagai elemen masyarakat.

Namun, cagub yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut lebih memilih untuk tidak memakai marga karena ingin menjadi sahabat semua suku dan agama.

"Saya berterima kasih sudah ditawarkan marga. Di Toba saya ditawari, di Mandailing ditawari, di Karo juga saya ditawari, warga Melayu juga menawari. Saya bilang terima kasih atas penawarannya. Itu penghargaan yang luar biasa," ujar Djarot seperti dikutip dari Antara, Selasa (17/4/2018).

Tetapi menurut Djarot, ia tetap hanya menginginkan menjadi sahabat bagi semua suku dan agama tanpa terkecuali.

"Tapi saya katakan, janganlah, biarkan Djarot menjadi dirinya sendiri, sehingga bisa bersahabat dengan semua marga, semua suku, dan semua agama," ucap pasangan calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus ini.

Dalam kunjungan ke Bangun Purba, Deliserdang tersebut, Djarot berterima kasih kepada masyarakat dan relawan Simalungun Pro Djoss yang memberikan dukungan, termasuk mendoakan Presiden RI Joko Widodo untuk dua periode.

"Terima kasih untuk doanya. Doanya di tahun 2019 Pak Jokowi jadi presiden. Kemudian di tahun 2018 saya jadi Gubernur Sumatera Utara. Terima kasih doanya," ucap Djarot.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Dukungan dari Simalungun

Sementara itu, Ketua Relawan Simalungun Pro Djoss (Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus) Idris Sinaga mengatakan, dukungan itu diberikan karena cagub yang berpasangan dengan Sihar Sitorus tersebut dinilai sudah terbukti memiliki pengalaman dalam memimpin daerah.

Hal itu, menurut Idris, dibuktikan dari keberhasilan Djarot ketika menjadi Wali Kota Blitar selama dua periode dan melanjutkan pembangunan di DKI Jakarta.

"Pak Djarot sudah terbukti sebagai pemimpin yang amanah karena terbukti kinerja di Kota Blitar sebagai Wali Kota, serta pernah menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta," kata Idris.

Apalagi, lanjutnya, Djoss mengusung konsep Sumut menjadi semua urusan menjadi mudah dan transparan yang merupakan harapan masyarakat.

"Karena itu, kami merasa terpanggil untuk memenangkan Djoss pada 27 Juni mendatang," tutur Idris.

Dalam kampanye ke Desa Bangun Purba tersebut, Djarot disambut dengan tarian Tolu Sahudulan dari remaja puteri setempat.

Artikel Selanjutnya
Setelah Sumedang, Giliran Viking Subang Dukung Hasanah
Artikel Selanjutnya
Ketika Gus Ipul dan Khofifah Bicara soal Perempuan dan Anak