Sukses

Pemuda Gereja Masehi Injili Timor Lakukan Sosialisasi Ayo Memilih Pemilu 2019

Liputan6.com, Kupang - Pemuda Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) terus menggelar kampanye Ayo Memilih kepada kalangan muda, khususnya pemilih pemula Pemilu 2019. Karena GMIT menilai, satu suara sangatlah berarti.

"Kampanye dilakukan dengan cara menyertakan materi-materi tentang Pemilu dalam setiap pertemuan pemuda Jemaat, Klasis dan Sinode GMIT," ujar Ketua Pemuda GMIT David Natun di Kupang, seperti dilansir Antara, Selasa (5/3/2019).

Dia mengatakan hal itu guna menjawab pertanyaan soal tindak lanjut kerja sama pengawasan partisipatif antara Bawaslu, organisasi masyarakat sipil (OMS), serta perguruan tinggi dan Pramuka yang ditandatangani beberapa waktu lalu.

"Menindaklanjuti kerja sama Bawaslu dan OMS, PT, Pramuka, maka kami Pemuda GMIT telah melakukan beberapa hal antara lain menyertakan materi-materi tentang pemilu dalam setiap pertemuan pemuda di Jemaat, Klasis dan Sinode," ucap David.

Selain itu, lanjut dia, Pemuda GMIT juga ikut memantau semua tahapan penyelenggaraan Pemilu dan melaporkan jika ada pelanggaran, baik oleh penyelenggara maupun oleh peserta Pemilu.

"Pemuda GMIT juga terlibat aktif dalam menyukseskan Pemilu dengan baik sebagai penyelenggara, sebagai peserta maupun sebagai aparat pemerintahan di lingkup terkeci," kata David.

 

2 dari 3 halaman

Akan Lakukan Dialog

Menurut David, Pemuda GMIT akan melakukan dialog bersama untuk mendorong proses Pemilu berjalan dengan berkualitas.

"Sekaligus menghindari penggunaan media sosial secara tidak bertanggung jawab, juga menjaga keamanan dan ketertiban penyelenggaraan Pemilu," jelas dia.

David berharap, gerakan-gerakan yang dilakukan Pemuda GMIT saat ini dapat mendorong para pemilih, terutama pemilih pemula untuk tidak hanya ikut memilih, tetapi terlibat aktif dalam pengawal proses demokrasi lima tahunan ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bertemu Jokowi, PHDI Minta Umat Hindu Tidak Golput
Artikel Selanjutnya
Pemilu 2019, KPU Kesulitan Data Calon Pemilih di Penjara