Bukan Cuma Daihatsu, Perodua QV-E Bisa Pakai Nama Toyota

Peluang kolaborasi Daihatsu dan Perodua menjadi salah satu topik yang dibahas, khususnya terkait pengembangan kendaraan listrik

Diterbitkan 01 September 2026, 08:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik pertama yang dikembangkan sepenuhnya oleh Malaysia, Perodua QV-E, berpotensi dipasarkan dengan menggunakan emblem Daihatsu. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kendaraan listrik tersebut menyandang nama Toyota untuk sejumlah pasar ekspor.

Wacana ini mencuat setelah pemerintah Malaysia dan Jepang membahas peluang kerja sama baru di sektor kendaraan listrik (EV). Salah satu agenda yang dibicarakan adalah potensi kemitraan antara Daihatsu dan Perodua untuk mengembangkan kendaraan listrik di Malaysia.

Dikutip dari Paultan, Selasa (1/9/2026), pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Johari Abdul Ghani dengan Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Takuo Komori.

Dalam pertemuan itu, peluang kolaborasi Daihatsu dan Perodua menjadi salah satu topik yang dibahas, khususnya terkait pengembangan kendaraan listrik.

Meski belum ada rincian mengenai bentuk kerja sama yang akan dilakukan, terdapat setidaknya dua skenario yang dinilai paling memungkinkan.

Skenario pertama adalah Daihatsu melakukan rebadge terhadap Perodua QV-E untuk kemudian memasarkannya di negara lain.

Strategi tersebut bukan sesuatu yang baru bagi kedua merek. Sejumlah model Perodua sebelumnya juga pernah dipasarkan menggunakan merek Daihatsu, termasuk Toyota untuk beberapa negara tujuan ekspor.

Jika skenario ini terealisasi, Perodua QV-E berpotensi menjadi basis kendaraan listrik yang memiliki identitas berbeda sesuai dengan pasar masing-masing.

Dengan demikian, satu model dapat dipasarkan sebagai Perodua di Malaysia, Daihatsu di negara tertentu, dan bukan tidak mungkin menggunakan nama Toyota di pasar ekspor lainnya.

Skenario kedua memiliki cakupan yang lebih besar. Daihatsu tidak hanya melakukan rebadge, tetapi turut terlibat dalam pengembangan generasi berikutnya dari mobil listrik Perodua.

Dalam skenario tersebut, Daihatsu berpeluang memberikan dukungan teknis, termasuk untuk pengembangan platform modular yang nantinya dapat digunakan pada berbagai model.

Platform tersebut dapat menjadi fondasi bagi sejumlah kendaraan listrik baru, mulai dari hatchback, sedan, hingga SUV.

 

Perodua QV-E

Kolaborasi semacam ini juga berpotensi memperkuat kemampuan Perodua dalam mengembangkan kendaraan listrik secara mandiri, sekaligus membuka peluang ekspansi produk ke pasar internasional.

Perodua QV-E sendiri memiliki posisi penting bagi industri otomotif Malaysia. Pasalnya, kendaraan listrik ini dikembangkan sepenuhnya oleh tim internal Perodua tanpa menggunakan model donor dari Daihatsu.

Mobil listrik tersebut dibangun menggunakan platform modular hasil kolaborasi dengan Magna Steyr. Untuk sumber energinya, QV-E menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 52,5 kWh yang dipasok CATL.

Dari sisi performa, Perodua QV-E dibekali motor listrik yang menghasilkan tenaga 204 PS dan torsi maksimum 285 Nm. Motor tersebut menggerakkan roda depan.

Mobil listrik ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 7,5 detik. Sementara itu, kecepatan maksimumnya mencapai 165 km/jam.

Untuk jarak tempuh, Perodua mengklaim QV-E mampu melaju hingga sekitar 370 kilometer berdasarkan pengujian standar WLTP.

Jika kerja sama dengan Daihatsu benar-benar terealisasi, Perodua QV-E tidak hanya menjadi simbol kemampuan Malaysia dalam mengembangkan mobil listrik, tetapi juga berpotensi menjadi produk yang memiliki jangkauan pasar lebih luas melalui jaringan merek Daihatsu dan Toyota.