Di Balik Target 850 Ribu Mobil, Ada Strategi Besar Pemerintah

Menteri Perindustrian di GIIAS 2026: Pasar Otomotif di Indonesia Belum Jenuh, Tapi Baru Saja Dimulai

Diterbitkan 30 Juli 2026, 18:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pesan penting Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh pelaku industri otomotif nasional saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026).

Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa industri otomotif bukan hanya berperan sebagai penggerak pasar maupun pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari itu, sektor ini dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

"Yang penting bukan hanya berapa besar kontribusi kita terhadap PDB, melainkan apa yang berdiri di belakang kita, apa yang berdiri di depan kita. Backward dan forward linkages-nya, ribuan perusahaan pemasok, ratusan ribu keluarga yang menggantungkan penghidupan dari sektor kita, dan sebuah kemampuan teknologi yang sering kali tidak dapat kita dapatkan secara instan," ujar Agus.

Menurut Agus, pemerintah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan penjualan kendaraan atau perkembangan sektor otomotif semata. Prioritas utama pemerintah adalah memperkuat struktur industri nasional agar mampu menghadapi berbagai tantangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik.

Ia menyebut strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,05 persen. Sementara itu, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian dengan kontribusi 19,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyumbang lebih dari 82 persen total ekspor nasional.

"Terlebih lagi, di dalam angka-angka tersebut, industri alat angkutan memberikan nilai tambah lebih dari Rp 285 triliun," kata Agus.

Pemerintah juga mencatat kinerja industri otomotif yang terus membaik sepanjang semester pertama 2026. Agus mengungkapkan, Indonesia kini mulai bertransformasi dari negara yang bertumpu pada pasar menjadi basis produksi otomotif.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, produksi kendaraan bermotor nasional mencapai 615 ribu unit atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penjualan secara wholesales juga meningkat 15,9 persen menjadi 436 ribu unit.

"Dengan angka-angka tersebut, kami pemerintah optimistis target penjualan otomotif tahun ini insyaallah bisa di atas 850 ribu unit," ujarnya.

Meski optimistis terhadap pertumbuhan pasar, Agus mengakui angka tersebut masih belum sesuai dengan target jangka panjang pemerintah maupun pelaku industri.

Rasio Kepemilikan Mobil Indonesia Masih Rendah

Saat ini, rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 19 unit per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan Thailand yang mencapai 275 unit per 1.000 penduduk, maupun Malaysia yang telah menyentuh 490 unit per 1.000 penduduk.

Menurut Agus, kondisi tersebut justru menunjukkan peluang besar bagi pertumbuhan industri otomotif nasional.

"Artinya, dengan jumlah penduduk yang hampir mendekati 290 juta jiwa, kenaikan satu poin saja pada rasio tersebut setara dengan tambahan sekitar 280 ribu unit kendaraan, hampir sepertiga dari seluruh pasar domestik kita pada hari ini," jelasnya.

Ia pun meyakini pasar otomotif Indonesia masih jauh dari titik jenuh dan masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap investasi jangka panjang di sektor otomotif, Agus memastikan pemerintah akan terus menjaga kepastian dan konsistensi kebijakan.

Kementerian Perindustrian, lanjutnya, akan melakukan pendampingan, evaluasi, serta pemantauan secara berkala terhadap berbagai komitmen investasi yang telah masuk ke Indonesia.

"Kementerian akan terus melakukan pendampingan, evaluasi, dan pemantauan secara berkala. Ini kami lakukan bukan dalam rangka menakut-nakuti atau mengawasi, melainkan untuk memastikan setiap komitmen memiliki jalan yang mudah diwujudkan," tutup Agus.