Xiaomi Buka Pusat R&D di Eropa, Rekrut Mantan Insinyur BMW hingga Lamborghini

Xiaomi terus memperkuat ekspansinya di industri otomotif global. Terbaru, perusahaan teknologi asal Tiongkok ini resmi membuka pusat riset dan pengembangan

Diterbitkan 28 April 2026, 10:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi terus memperkuat ekspansinya di industri otomotif global. Terbaru, perusahaan teknologi asal Tiongkok ini resmi membuka pusat riset dan pengembangan (R&D) di Munich, Jerman, dengan merekrut sejumlah talenta berpengalaman dari pabrikan otomotif premium Eropa.

Disitat dari Carnewschina, langkah ini diumumkan bertepatan dengan ajang Beijing Auto Show 2026. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk memperkuat pengembangan kendaraan listrik, khususnya dalam aspek performa, desain, dan teknologi canggih.

Pusat R&D di Munich ini dipimpin oleh Rudolf Dittrich, sosok yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan BMW M4 GT3. Selain itu, timnya juga diperkuat Klaus Dieter Groll yang berpengalaman menangani dinamika kendaraan di berbagai model BMW, seperti Seri 3, Seri 4, hingga SUV X5 dan X7.

Tidak hanya itu, Xiaomi juga menarik sejumlah tenaga ahli dari merek ternama lain seperti Porsche, Lamborghini, dan Mercedes-Benz.

Kehadiran para insinyur dan desainer berpengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta karakter berkendara mobil listrik Xiaomi di masa depan.

Tim baru ini disebut akan berfokus pada pengembangan kendaraan performa tinggi dan teknologi inovatif.

Bahkan, salah satu model yang akan mendapat sentuhan langsung dari pusat R&D ini adalah Xiaomi YU7 GT, yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat.

Langkah ekspansi ini sekaligus menunjukkan ambisi besar Xiaomi di pasar global. Perusahaan diketahui menargetkan masuk ke pasar mobil listrik Eropa pada 2027, sekaligus membidik profitabilitas bisnis otomotifnya pada paruh kedua 2026.

Dengan menggandeng talenta dari merek-merek premium Eropa dan membangun pusat riset di jantung industri otomotif Jerman, Xiaomi tampaknya serius untuk bersaing di level global, tidak hanya sebagai produsen teknologi, tetapi juga pemain baru yang diperhitungkan di industri kendaraan listrik.

Bajak Mantan Bos Tesla China

Sebelumnya, Xiaomi juga dikabarkan merekrut mantan petinggi Tesla China, untuk memperkuat bisnis otomotifnya.

Berdasarkan laporan media Tiongkok, yang disitat dari Carnewschina, raksasa teknologi tersebut menunjuk Kong Yanshuang, mantan General Manager Tesla China, untuk memimpin penjualan mobil di divisi Xiaomi Auto.

Kong Yanshuang disebut telah bergabung dengan Xiaomi sejak awal Maret, dan saat ini masih menjalani masa transisi, sebelum mengambil alih tanggung jawab penjualan otomotif yang sebelumnya dipegang oleh Li Xiaorui, Direktur Xiaomi Auto. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari Xiaomi terkait posisi barunya tersebut.

Dalam kariernya di Tesla, Kong dikenal sebagai salah satu eksekutif penting di pasar Negeri Tirai Bambu. Dirinya pernah menjabat sebagai General Manager wilayah China Selatan, sebelum kemudian menjadi General Manager regional China. Perannya cukup krusial dalam membangun jaringan penjualan, serta strategi promosi merek Tesla di Negeri Tirai Bambu.

Antara 2022 dan 2023, ia sering berinteraksi dengan media sebagai General Manager Regional China, membahas kinerja Tesla China, inisiatif strategis, pencapaian penting di Gigafactory Shanghai, dan peluncuran model baru.

Selama di Tesla, Kong juga bertanggung jawab memperluas jaringan layanan dan penjualan ke berbagai kota besar seperti Guangzhou dan Shenzhen, termasuk menjangkau pasar di kota-kota tier bawah. Strategi ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan Tesla di China.

Langkah Xiaomi merekrut mantan petinggi Tesla ini, dinilai sebagai upaya memperkuat sistem penjualan kendaraan listriknya.