Kuasai Penjualan EV, BYD Ekspansi Portofolio sesuai Kebutuhan Pasar Indonesia

Penjualan EV BYD pada Januari 2026, tercatat sekitar 5.200 unit, atau naik hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Diterbitkan 15 Februari 2026, 06:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri otomotif nasional membuka tahun ini, dengan tren pertumbuhan yang positif. Pada Januari 2026, total penjualan di Indonesia tercatat sekitar 64 ribu unit, naik sekitar 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 62 ribu unit.

Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri, untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dan efisien. Pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan juga disebut menjadi kunci agar pasar tetap stabil dan berkelanjutan sepanjang 2026, dengan fokus pada kualitas produk, layanan, serta pengalaman kepemilikan kendaraan.

Di sisi lain, segmen kendaraan listrik (EV) menjadi salah satu pendorong utama. Sepanjang Januari 2026, penjualan EV nasional mencapai sekitar 8.000 unit, atau meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2.500 unit. Lonjakan ini memperlihatkan preferensi konsumen yang semakin terbuka terhadap kendaraan berbasis elektrifikasi.

Kinerja positif itu juga tercermin dari capaian BYD Motor Indonesia. Pada Januari 2026, penjualan EV merek asal Tiongkok ini tercatat sekitar 5.200 unit, atau naik hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hasil tersebut membuat pangsa pasar BYD di segmen EV nasional tembus lebih dari 60 persen, sekaligus memperkuat posisi dalam pasar roda empat ramah lingkungan Tanah Air.

"Pertumbuhan pasar kendaraan listrik awal 2026, menunjukkan bahwa adopsi EV di Indonesia semakin menguat. Peningkatan signifikan yang dicatatkan BYD pada Januari 2026, dengan pertumbuhan hampir lima kali lipat dibandingkan tahun lalu dan pangsa pasar yang melampaui 60 persen, menjadi refleksi kepercayaan konsumen terhadap teknologi dan kualitas produk yang kami hadirkan," jelas Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

"Momentum positif ini menjadi dorongan bagi kami, untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang semakin relevan bagi masyarakat. Salah satu respon yang kami lakukan adalah melengkapi pilihan di segmen SUV, guna menjawab kebutuhan mobilitas yang kian beragam serta preferensi konsumen yang terus berkembang,” tambah Luther.

Sebagai respons terhadap dinamika pasar, BYD memperkuat strategi ekspansi portofolio melalui struktur produk yang lebih tersegmentasi. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, pabrikan Negeri Tirai Bambu ini memperkenalkan dua varian baru di segmen SUV listrik, yaitu Atto 3 Advanced Plus dan Sealion 7 Extended.

Dua Model SUV Baru di IIMS 2026

BYD Atto 3 ditempatkan di segmen medium SUV, dengan fokus keseimbangan kepraktisan dan kenyamanan harian. Sedangkan Sealion 7 bermain di segmen high SUV, dengan orientasi performa, fitur premium, dan jarak tempuh lebih jauh.

Varian BYD Sealion 7 Extended hadir dengan kapasitas baterai 91,39 kWh, dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 650 km berdasarkan pengujian NEDC, atau bertambah sekitar 83 km dibanding versi sebelumnya. Model ini dipasarkan dengan harga Rp 859.000.000 OTR Jabodetabek.

Sementara BYD Atto 3 Advanced Plus, ditawarkan dengan harga Rp 415.000.000 OTR Jabodetabek dan mendapat respons positif di area test drive IIMS 2026, dengan lebih dari 60 pengunjung mencoba langsung model tersebut.

Hingga kini, lini produk BYD di Indonesia mencakup Atto 3, Sealion 7, Seal, M6, Atto 1, dan Dolphin untuk berbagai kebutuhan mobilitas.