Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai Debut di Jepang, Ini Keungulannya

Daihatsu resmi meluncurkan e-Hijet Cargo dan e-Atrai, mobil listrik niaga ringan untuk pasar Jepang

Diterbitkan 06 Februari 2026, 08:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Daihatsu Motor Co., Ltd. resmi memperkenalkan mobil listrik produksi massal pertamanya, e-Hijet Cargo dan e-Atrai. Dua model bertenaga baterai ini, debut di pasar Jepang, 2 Februari 2026.

Disitat dari laman resmi, kedua model bertenaga baterai ini merupakan versi listrik dari kendaraan komersial mini yang selama ini menjadi favorit di berbagai industri, mulai dari pertanian hingga logistis atau jasa pengiriman.

Dua model ini, dibekali dengan sistem e-SMART ELECTRIC yang dikembangkan khusus untuk kendaraan mini. Daihatsu menyatakan bahwa e-Hijet Cargo dan e-Atrai mampu mencapai jarak tempuh terdepan di kelasnya untuk kendaraan BEV komersial mini, yakni hingga 257 km untuk sekali pengisian baterai menurut hasil uji WLTC.

Keunggulan lain yang dihadirkan adalah kapasitas ruang kargo terbesar di kelasnya untuk e-Hijet Cargo Four-Seater, serta kenyamanan berkendara berkat performa dan kenyaringan khas BEV.

Model e-Atrai juga diposisikan sebagai kendaraan serbaguna yang cocok digunakan baik untuk keperluan komersial maupun mobilitas harian penumpang.

Daihatsu menyampaikan bahwa produksi kedua model listrik ini akan dilakukan di Pabrik Daihatsu Motor Kyushu Co., Ltd. Plant No.1 di Jepang.

Perusahaan menegaskan tetap mempertahankan kualitas tinggi, sekaligus menyediakan kendaraan dengan harga terjangkau, selaras dengan komitmen pabrikan Negeri Matahari Terbit ini untuk mendukung mobilitas harian pelanggan sekaligus mengurangi emisi COâ‚‚ di sektor logistik.

Selain itu, kedua BEV ini juga dilengkapi fitur external power supply, yang memungkinkan kendaraan menyuplai listrik di luar fungsi berkendara, seperti saat keadaan darurat atau untuk kebutuhan alat kerja di lokasi tanpa sumber listrik.

Daihatsu Sebut Teknologi e-Smart Hybrid Bisa Diterapkan di Model Lain

Daihatsu Rocky Hybrid dibekali oleh teknologi e-Smart hybrid. Sistem ini, memungkinkan sebuah model sepenuhnya digerakan oleh motor listrik dan mesin bensin digunakan sebagai pembangkit daya baterai.

Dijelaskan Chief Engineer Product Planning Division of Daihatsu Motor Co., Ltd., Hiroyuki Tokura, teknologi e-Smart hybrid ini, sejatinya bisa digunakan untuk model lain, dan secara spesifik bisa diterapkan di mobil tiga baris milik pabrikan asal Jepang tersebut.

"Secara basis, dan teknikal memungkinkan. Jadi, secara teknologi sebenarnya bisa," ujar Hiroyuki Tokura, saat ditemui di Ikeda, Osaka, Jepang belum lama ini.

Jika memang teknologi e-Smart hybrid milik Daihatsu ini, bisa digunakan di model lain, maka tak menutup kemungkinan, mobil laris Daihatsu Xenia juga ke depannya bisa mengadopsi sistem hybrid tersebut.

Namun, saat dikonfirmasi kepada Director marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, pihaknya belum bersedia untuk membuka informasi lebih detail terkait kemungkinan tersebut.

"Nanti kita tunggu saja tanggal mainnya. Jadi, nanti ditunggu saja bagaimana ke depannya," ucap Sri Agung Handayani.