Honda Hentikan Produksi Fuel Cell Lama, Siap Beralih ke Teknologi Hidrogen Generasi Baru

Honda memutuskan menghentikan produksi sistem sel bahan bakar sebelum akhir 2026 dan beralih ke teknologi hidrogen generasi berikutnya yang dikembangkan secara mandiri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Honda menuju netralitas karbon dan mobilitas berkelanjutan.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 18:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Honda memutuskan untuk menghentikan produksi sebelum akhir tahun 2026 terkait model sistem sel bahan bakar yang saat ini diproduksi di Fuel Cell System Manufacturing LLC (FCSM), sebuah usaha patungan dengan General Motors (GM). Hal tersebut dikarenakan Honda akan menggunakan sistem sel bahan bakar generasi berikutnya yang dikembangkan secara independen oleh perusahaan. 

FSCM sendiri didirikan pada Januari 2017 di Brownstown, Michigan Amerika Serikat, sebagai usaha pertama di industri otomotif terkait produksi sistem sel bahan bakar. Dengan kerja sama kedua perusahaan yang menggabungkan keahliannya masing-masing untuk pengembangan, produksi, dan pengadaan guna mewujudkan berbagai sinergi baru. 

Sinergi tersebut meliputi pengembangan sistem sel bahan bakar berkualitas tinggi dengan daya tahan yang sangat baik dan ketahanan terhadap suhu rendah, pengenalan teknologi produksi mutakhir, dan pengurangan biaya melalui penyamaan pemasok suku cadang.

Ke depannya, Honda terus memanfaatkan teknologi sistem sel bahan bakar generasi berikutnya yang dikembangkan secara independen dan berupaya untuk memperluas peluang guna mengembangkan bisnis hidrogennya sebagai salah satu bisnis inti baru Honda.

Dilansir dari lama resminya, Honda tak hanya berupaya mewujudkan netralitas karbon untuk semua produknya pada 2050, jenama otomotif asal Jepang tersebut juga berupaya meraih dampak nol lingkungan.

Hal tersebut tidak hanya sekadar untuk produknya saja, melainkan juga seluruh siklus hidup produk termasuk aktivitas perusahaan dengan inisiatif di tiga bidang utama, yaitu netralitas karbon, energi bersih, dan sirkulasi sumber daya.

Sembari memposisikan hidrogen, bersama dengan listrik, sebagai pembawa energi yang berpotensi tinggi, Honda telah melakukan penelitian dan pengembangan teknologi hidrogen dan sel bahan bakar selama lebih dari 30 tahun. 

Langkah Strategis Honda Menuju Netralitas Karbon lewat Teknologi Hidrogen

Penghentian produksi sistem sel bahan bakar di Fuel Cell System Manufacturing LLC (FCSM) menandai perubahan pendekatan Honda dalam merespons dinamika industri energi bersih global. 

Alih-alih bergantung pada skema kolaborasi lama, Honda memilih mempercepat penguasaan teknologi secara internal agar lebih fleksibel dalam menekan biaya, meningkatkan efisiensi produksi, serta menyesuaikan teknologi sel bahan bakar dengan kebutuhan berbagai sektor.

Strategi ini sejalan di tengah persaingan teknologi rendah emisi yang kian ketat, sekaligus mempertegas ambisi Honda menjadikan hidrogen bukan sekadar solusi alternatif, melainkan fondasi jangka panjang dalam transisi menuju mobilitas berkelanjutan.