Industri Baterai EV Tiongkok Melesat, CATL dan BYD Kuasai Pasar Global

Total produksi baterai EV di Tiongkok mencapai 1.122 GWh sepanjang Januari hingga September 2025. Angka ini naik 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 14:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri kendaraan listrik di Tiongkok mencatat tonggak baru pada 2025. Produksi baterai untuk kendaraan listrik (EV) di negara tersebut melonjak signifikan, menjadi salah satu periode pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari laman Carnewschina, total produksi baterai EV di Tiongkok mencapai 1.122 GWh sepanjang Januari hingga September 2025. Angka ini naik 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2024, produksi melonjak 50 persen, atau mencapai 151 GWh.

Pada tahun ini, proporsi total produksi baterai yang sudah terpasang pada kendaraan mencapai 44 persen, dengan rincian baterai terner 39 persen dan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 46 persen. Pencapaian tersebut menjadi level tertinggi sepanjang tahun.

Tak hanya itu, baterai dengan kepadatan energi di atas 160 Wh/kg juga meningkat, dan kini menyumbang 7 persen dari total model pada kuartal ketiga 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan baterai LFP yang kian menggantikan baterai terner berkapasitas tinggi.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, CATL dan BYD tetap menjadi dua pemain utama di industri baterai kendaraan listrik Tiongkok. Keduanya mendominasi segmen baterai LFP, yang kini semakin banyak digunakan oleh berbagai produsen mobil listrik.

CATL sempat melampaui BYD pada 2024. Namun, BYD menunjukkan transisi penuh menuju teknologi baru bersama CATL dan SVOLT, yang mempertahankan posisi kuat di segmen baterai terner. Pergeseran ini menandai arah industri baterai yang semakin matang dan kompetitif.

Berdasarkan data Aliansi Inovasi Industri Baterai dan Tenaga Otomotif Tiongkok, produksi baterai listrik dan baterai lainnya pada Agustus 2025 mencapai 139,6 GWh. Angka tersebut naik 4,4 persen secara bulanan dan 37,3 persen secara tahunan.

Secara kumulatif, total produksi dari Januari hingga Agustus 2025 mencapai 970,7 GWh, meningkat 54,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

Pemimpin Global

Lonjakan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi yang semakin canggih menegaskan posisi Tiongkok sebagai pemimpin global dalam industri baterai dan elektrifikasi transportasi.

Tren pertumbuhan yang stabil ini menunjukkan bagaimana negara tersebut tidak hanya memperkuat rantai pasok domestiknya, tetapi juga memperluas pengaruhnya di pasar global kendaraan listrik.

Dengan dominasi pemain besar seperti CATL dan BYD, serta dorongan kuat terhadap efisiensi dan inovasi teknologi, Tiongkok diprediksi akan terus menjadi pusat utama perkembangan baterai kendaraan listrik dunia dalam beberapa tahun mendatang.