Apple Maps Coba Tiru Waze, Fitur Baru Malah Sepi Peminat

Apple mencoba menyaingi Waze dengan menghadirkan fitur laporan insiden lalu lintas langsung di Apple Maps. Sayangnya, fitur baru ini justru sepi peminat.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 12:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apple terus berupaya memperkuat Apple Maps agar bisa bersaing dengan Google Maps dan Waze. Fitur terbaru yang ditambahkan adalah laporan insiden lalu lintas secara langsung, mirip dengan keunggulan utama Waze. Namun, strategi ini belum sepenuhnya berhasil menarik perhatian pengguna.

Berdasarkan laporan Autoevolution, tingkat adopsi fitur tersebut masih rendah. Sejumlah kendala teknis dan minimnya promosi membuat Apple Maps tetap tertinggal dari para pesaingnya.

Waze sejak lama dikenal berkat laporan lalu lintas berbasis komunitas. Informasi soal kecelakaan, kemacetan, hingga razia polisi biasanya cepat muncul karena pengguna aktif saling berbagi kondisi jalan.

Apple berusaha menghadirkan pengalaman serupa lewat enam kategori laporan di Apple Maps, mulai dari kecelakaan, penutupan jalan, pekerjaan jalan, hingga bahaya umum lainnya.

Secara teori, langkah ini bisa membuat navigasi lebih akurat dan membantu pengemudi mengambil keputusan di jalan.

Sayangnya, fitur ini justru jarang dimanfaatkan. Bahkan di Amerika Serikat, yang menjadi pasar utama Apple, jumlah laporan masih sangat terbatas.

Sementara di Eropa, masalah data peta yang kurang mutakhir membuat pengguna lebih memilih bertahan dengan Google Maps atau Waze.

Siri Masih Sering Bermasalah

Untuk meningkatkan kenyamanan, Apple menambahkan dukungan Siri agar pengguna bisa melaporkan insiden dengan perintah suara tanpa perlu menyentuh layar. Fitur ini seharusnya lebih aman dan praktis, terutama saat mengemudi.

Namun dalam praktiknya, banyak keluhan muncul. Siri kerap gagal mengenali perintah, bahkan tidak mendukung kategori laporan baru yang tersedia di Apple Maps. Akibatnya, pengguna terpaksa kembali menggunakan input manual.

Kondisi ini membuat fitur yang seharusnya memudahkan justru terasa merepotkan. Sebaliknya, Waze semakin memperkuat posisinya dengan sistem pelaporan suara yang lebih natural dan sederhana untuk digunakan.

Masih Jauh dari Google Maps dan Waze

Apple sebenarnya sudah menyiapkan senjata lain lewat Detailed City Experience (DCE), peta kota dengan detail lebih kaya, visual 3D, serta mode Look Around yang mirip Google Street View. Namun, peluncuran fitur ini berjalan lambat dan hanya tersedia di wilayah terbatas.

Di luar Amerika Serikat, pengguna masih kerap menemukan peta yang ketinggalan zaman, jalur yang tidak akurat, hingga arahan yang membingungkan.

Hal ini membuat Apple Maps sulit bersaing dengan Google Maps yang sudah lebih matang dan Waze yang lebih interaktif.

Meski menjadi aplikasi bawaan di iPhone dan CarPlay, Apple Maps tetap kalah populer. Banyak pengguna iPhone akhirnya lebih memilih mengunduh Google Maps atau Waze demi mendapatkan pengalaman navigasi yang lebih lengkap dan andal.