Sukses

Kilometer Bukan Patokan Penggantian Pelumas Mesin Mobil, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Pemilik kendaraan masih sering mematok waktu penggantian pelumas mesin kendaraan berdasarkan kilometer atau jarak tempuh. Stigma tersebut masih terus dipegang sampai saat ini.

Kebanyakan memang pemilik kendaraan masih mengukur kilometer sebelum mengganti pelumas mesin kendaraan mereka.

Padahal, menurut Heron, mekanik dari Heron Motorsport yang sering melakukan perawatan mobil harian dan mobil balap, hal tersebut tidak menjadi acuan.

Seharusnya, patokan yang harus dipegang adalah seberapa sering mobil tersebut digunakan dan kondisi jalanan saat mobil tersebut digunakan.

Karena masih menurut Heron, penggunaan pelumas ini melihat seberapa sering mesin tersebut bekerja.

Sehingga penggantian pelumas dibatasi dalam satuan watku oli itu bekerja, bukan dari seberapa jauh kilometer yang ditempuh.

"Enggak bisa dibilang penggantian oli itu setiap 10.000 kilometer atau 20.000 kilometer, karena itu sudah ada waktunya. Oli di mobil itu enggak bisa dihitung seperti itu. Karena yang bikin olinya (produsen oli), sudah menentukan berapa lama masa pakainya dalam hitungan jam, bukan pakai kilometer," jelas Heron.

2 dari 4 halaman

Kondisi Macet Mempengaruhi Kondisi Pelumas Mesin

Dia juga menambahkan, saat kendaraan dihadapkan pada kondisi macet, kilometer mobil tidak bertambah dengan begitu banyak, tetapi tingkat kinerja di ruang mesin terus bekerja maskimal.

"Kaya mesin di pabrik, itu kan enggak jalan mesinnya. Enggak ketemu 100-200 kilometer, yang dihitung jam kerja mesin itu berapa? Kalau mesin itu bekerja 24 jam berarti sudah berapa lama usia pakainya? Di mobil juga kaya gitu, misalkan macet satu jam, itu kan mesin tetap jalan dan pelumas juga bekerja meski mobil tidak bergerak," tambah Heron.

3 dari 4 halaman

Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Di Bawah Ini