Sukses

Uji Jalan Tertutup Kamuflase, Calon Penerus Hyundai H1 Bikin Penasaran

Liputan6.com, Jakarta - Calon penerus Hyundai H1 tertangkap kamera tengah melakukan uji coba jalan. Kamuflase tebal masih menyelimuti sehingga detail rancangan sulit untuk diketahui.

Kendati begitu, diyakini terjadi revolusi desain bila melirik profil keseluruhan meski tetap mencirikan pengangkut penumpang bertubuh kotak. Citra sebuah van dikuatkan garis pilar A sejajar moncong serta transisi lembut ke atap.

Begitu berbeda dari model termutakhir berhidung mancung. Tak ada salahnya berhidung pesek, memang. Justru boleh jadi memajukan posisi kabin keseluruhan sehingga lebih lapang. Meningkatkan sisi utilitarian nan akomodatif.

Tapi itu baru sebatas dugaan. Yang pasti, bagian dari desain anyar adalah ruang kaca super besar. Garis bawah jendela samping menurun jauh di bawah bahu penumpang.

Bisa jadi nyaris serendah posisi armrest jika melirik foto tes. Pasti menyuguhkan visibilitas tinggi.

Juga rancangan keseluruhan tampaknya bikin kabin H-1 semakin lapang saja. Terutama untuk area kepala. Dalam kaca bening bak akuarium, pengujian seakan dilaksanakan oleh personel bertubuh mungil. Ruang kepala berlimpah ruah, dan bukaan kaca tadi bikin penumpang terlihat kerdil.

Detail elemen tubuh ditutup rapat dan sulit untuk melihat lenggokan aslinya. Satu hal yang mungkin diadaptasi adalah lampu depan terpisah.

Penerangan utama boleh jadi turun ke area bumper seperti ditemukan pada crossover Hyundai terkini: Santa Fe, Palisade, Venue. Lampu kemudian mengapit grille besar dengan motif menyerupai susunan pil.

 

2 dari 4 halaman

Gambaran Kabin

Melirik foto kabin dari luar, sistem infotainment menjadi sorotan. Bertengger percaya diri di tengah dasbor. Nah, boleh jadi komposisi desain dasbor Tucson 2022 diadaptasi H1.

Konsol tengah mencuat maju dan mengalirkan garis metalik celong ke samping menyerupai tatanan dasbor Tucson. Samar terlihat panel instrumen duduk di atas kolom setir – entah panel digital atau bukan.

Area luar tertutup kamuflase tebal, begitu pula menyoal informasi terkait si pengangkut penumpang ini. Belum ada kepastian apapun. Setidaknya dapat diekspektasikan seleksi pemacu bensin dan diesel.

Tak mengherankan bila opsi otomatis lima percepatan diganti ke unit yang lebih modern. Untuk tanggal mainnya, besar harapan ia berkenalan tahun depan dan kemudian menyusup ke berbagai market.

Eksistensi sang People Mover Hyundai di IndonesiaHyundai H-1 atau Starex bukanlah sebuah model yang asing di Tanah Air. Ia meluncur perdana pada 2008 dan sempat melekat image mobil travel lantaran digunakan juga oleh para pengusaha transportasi.

Dirinya juga jadi satu-satunya produk manufaktur yang mengalami proses perakitan lokal (CKD). Saat ini, sang MPV bertubuh gambot telah melalui facelift besar dan memiliki dua kasta berbeda. Starex ditujukan sebagai pekerja sementara H-1 menawarkan kemewahan berkendara.

 

3 dari 4 halaman

Kelas Pekerja

Di kelas pekerja, kabin Starex ditawarkan dalam bermacam komposisi. Dari standard seat kosongan, hingga komposisi sepuluh penumpang plus satu di depan.

Begitu pula H-1, ada opsi tiga baris captain seat tengah (Royale), tiga baris penuh (XG), atau empat baris penuh (Elegance). Bedanya jelas, H-1 diposisikan sebagai keturunan ningrat dengan pemanfaatan jok kulit dan fitur ekstra.

Urusan pemacu, Starex dibekali unit diesel A2 – 2,5 liter CRDi WGT – dengan settingan paling loyo. Total output hanya sampai 136 PS dengan torsi puncak 334 Nm, tersalur ke roda melalui transmisi manual 6 percepatan.

Sementara itu, H-1 dibekali dua opsi berbeda. Unit diesel 2,5 liter CRDi VGT yang menghasilkan output 170PS/392 Nm atau opsi bensin Theta II 2,4 liter yang siapkan 175 PS/228 Nm.

Bedanya lagi di transmisi, H-1 tersedia dalam paket otomatis 5 percepatan shiftronic (diesel) atau otomatis 4 percepatan (bensin).

Sumber: Oto.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: