Sukses

Fatal, Begini Jadinya Kalau Mobil Diesel Pakai Bensin dan Sebaliknya

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini terdapat dua jenis mesin yang banyak digunakan untuk kendaraan baru di Indonesia, yakni mesin bensin dan diesel. Memiliki jenis bahan bakar berbeda, apa jadinya bila keduanya tak menggunakan bahan bakar yang benar?

Menanggapi hal tersebut, Taqwa Surya Swasono, Tuner Garden Speed sekaligus pemerhati teknologi kendaraan menyebut kesalahan menggunakan bahan bakar sangat berbahaya bagi kendaraan.

"Kalau ada mesin empat tak terlanjur isi bahan bakar diesel, selama belum menyala mesinnya tak ada pengaruhnya. Begitu pula sebaliknya. Karena itu harus buru-buru dikuras. Tapi kalau sudah menyala tentu memberikan kerusakan pada mesin," katanya kepada Liputan6.com.

Saat disinggung mesin mana yang lebih parah mengalami kerusakan apabila tertukar bahan bakar, Taqwa menegaskan, mesin diesel.

"Kalau sama-sama sudah hidup mana yang lebih berat. Kita anggap saja hidupnya sama, yang lebih berat itu kalau mesin diesel terisi bensin," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Kerusakan Mesin

Untuk kerusakan yang dihadapi, Taqwa menegaskan setiap model mobil pasti memiliki kerusakan mesin yang berbeda. Hal itu dikarenakan teknologi yang diusung setiap pabrikan juga berbeda.

"Enggak bisa dipukul rata ya, tergantung spesifikasi mesinnya. 10 tahun terakhir itu perkembangan mesin luar biasa, jadi enggak ada jawaban singkat," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Mungkinkah Mobil Wapres Gunakan Bensin Eceran, Ini Penjelasannya

Mobil dinas Wakil Presiden menjadi perhatian, setelah video pengisian bahan bakar menggunakan jeriken di pinggir jalan viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Mercedes-Benz S600 Guard kelir hitam berpelat merah bertuliskan Indonesia 2 dan berbendera merah putih disebut kehabisan bensin. Berdasarkan spesifikasi dari situs resmi Mercedes-Benz, kapasitas tangki sedan mewah asal Jerman ini mampu menampung 80 liter BBM.

Menanggapi hal tersebut Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Mohamad Oemar meluruskan soal video mobil VVIP tersebut.

Oemar menjelaskan, mobil itu bukanlah sedang diisi bensin eceran, melainkan tengah mengisi bensin cadangan lantaran SPBU setempat tidak memiliki bahan bakar dengan kriteria sesuai spesifikasi mobil Wapres.

"Pengisian BBM dari jeriken dilakukan karena tidak adanya SPBU yang memiliki bahan bakar minyak (BBM) sesuai kriteria mobil VVIP dan bukan karena mobil tersebut kehabisan BBM," tulis Oemar dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7/2020).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: