Sukses

Porsche Taycan Dipastikan Masuk Indonesia, Meluncur Oktober 2020?

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu mobil listrik yang layak ditunggu kehadirannya, adalah Porsche Taycan. Model ramah lingkungan dari pabrikan asal Jerman ini, sejatinya sudah terlebih dahulu meluncur di Singapura, November tahun lalu.

Dijelaskan Managing Director Porsche Indonesia, Jason Broome, pemerintah Indonesia sudah memiliki komitmen untuk kendaraan listrik penuh. Sedangkan membawa kendaraan hybrid, tidak akan memberi banyak keuntungan.

"Untuk Taycan tentunya mobil tersebut akan ke Indonesia, dan model mobil masa depan lainnya, seperti plug-in hybrid yang dimiliki Porsche Indonesia," jelas Jason Broome, di Porsche Center Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Lanjut Jason, untuk peluncurannya sendiri, sepertinya bakal dilakukan pada Oktober 2020. "Saya akan memberi contoh, 10 tahun yang lalu kamu punya handphone memiliki poni, kemudian iPhone datang model iPhone terbaru tanpa poni, sekarang hasilnya apa? sekarang banyak merk lain mengeluarkan produk tanpa poni," tegasnya.

Sementara itu, paradigma tersebut, juga berlaku saat perpindahan era mobil konvensional menjadi mobil listrik, dan khususnya untuk sportscar. Pasalnya, belum banyak pabrikan yang memang bermain di segmen tersebut (mobil sport listrik).

"Porsche Taycan akan menjadi leader dari sportscar (mobil listrik)," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Spesifikasi

Menjadi babak baru kendaraan ramah lingkungan Porsche, Taycan memiliki dua pilihan yakni versi Turbo S dan Turbo. Khusus Turbo S, tenaga maksimal yang mampu dihasilkan mencapai 761 Tk dengan akselerasi 2,8 detik untuk mencapai kecepatan 100 kilometer per jam.

Sedangkan Taycan versi Turbo mampu menghasilkan tenaga hingga 680 Tk dengan akselerasi 3,2 detik untuk mencapai kecepatan yang sama.

Untuk jarak tempuh baterai, model Turbo S mampu menjangkau 412 kilometer. Sementara model Turbo mencapai 450 kilometer.

Masuk jajaran sportscar, Taycan diklaim mampu mencapai kecepatan tertinggi 260 kilometer per jam.

Selain itu, Taycan merupakan kendaraan listrik produksi pertama yang memiliki tegangan sistem hingga 800 volt.

Hal ini disebut mampu menguntungkan pengemudi, karena hanya dengan waktu lima menit baterai dapat diisi ulang menggunakan arus searah (DC) dari jaringan pengisian daya tinggi untuk jarak 100 kilometer.