Sukses

Rahasia Toyota Pertahankan Kinerja Ekspor Saat Ekonomi Tak Menentu

Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tetap mempertahankan kinerja ekspornya, di tengah kondisi ekonomi negara tujuan yang saat ini masih belum menjanjikan. Bahkan, sepanjang Januari hingga Oktober, ekspor kendaraan utuh (CBU) bermerek Toyota naik tiga persen.

Berdasarkan catatan yang dikirim PT TMMIN, volume ekspor selama 10 bulan sebanyak 178.500 unit dibanding periode yang sama tahun 2018 dengan jumlah 173.600 unit.

"Kami akan terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif, antara lain dengan cara melakukan studi-studi komprehensif untuk dapat menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam," jelas Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT TMMIN, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Minggu (12/11/2019).

Selain mengekspor kendaraan utuh, Toyota dan grupnya di indonesia juga mengirimkan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin bensin sebanyak 96.800 unit, mesin etanol sebanyak 7.400 unit serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode Januari sampai Oktober 2019.

Tercatat, sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia menjadi destinasi ekspor produk bermerek Toyota.

2 dari 3 halaman

Penghargaan

Dalam kesempatan berbeda, PT TMMIN telah menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo kepada Presiden Direktur TMMIN, dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019, Kamis (28/11/2019).

PT TMMIN meraih penghargaan tersebut atas keberhasilan menjaga konsistensinya menjadi investor, sekaligus pengekspor produk otomotif di Indonesia. Selain itu, pabrikan asal Jepang ini juga selalu berupaya senantiasa mematuhi pelaksaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh, sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa.

"Penghargaan ini menjadi sebuah pemicu bagi kami untuk bisa memberikan sumbangsih lebih banyak lagi kepada negeri tercinta terutama melalui penanaman investasi yang konsisten , dan terealisasi sesuai dengan perencanaan serta menggiatkan lagi performa ekspor sehingga dapat membantu keseimbangan neraca perdagangan dari sektor otomotif," pungkas Warih.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Toyota Penasaran dengan SPK Mitsubishi Xpander Cross
Artikel Selanjutnya
Datsun Hengkang, Toyota Prediksi Segmen LCGC Akan Seperti Ini