Sukses

5 Fakta Seputar Toyota GR Supra yang Belum Anda Ketahui

Liputan6.com, Jakarta PT Toyota Astra Motor (TAM) mengajak para jurnalis otomotif Indonesia untuk mencicipi kemampuan sportscar terbarunya, yaitu Toyota GR Supra.

Sebelum mengulas sensasi berkendaranya, Oto.com merangkum 5 fakta menarik soal Toyota Supra generasi kelima ini. Berikut rangkumannya:

1. Sudah Lama Dikembangkan

Bila merunut cikal bakal kelahiran Supra A90, ternyata sudah lama berlalu. Saat pagelaran North American International Auto Show (NAIAS) 2007, Toyota memajang konsep bernama FT-HS. Rumornya kencang sekali, bakal menjadi suksesor Supra A80 yang pensiun 2002 silam. Konsep FT-HS pun berevolusi menjadi FT-1 pada 2014, nama Supra semakin gencar disebut saat itu.

Kabar soal Toyota GR Supra baru memakai mesin BMW dibuat bersamaan dengan BMW Z4 G29 merebak mulai 2016. Para pemuja Supra di seluruh dunia pun terus bertanya dan menanti, seperti apa sosok mobil legendaris impian mereka. Foto mata-mata pun bermunculan, sampai akhirnya Toyota Gazoo Racing mengumumkan debut resmi GR Supra di NAIAS 2019.

 

2 dari 3 halaman

2. Hasil Kolaborasi

GR Supra sama seperti Toyota 86. Mereka terlahir dari kolaborasi dua pabrikan. Bila 86 hasil pengembangan bersama Subaru BRZ, GR Supra pantas disebut versi lain dari BMW Z4 generasi keenam. Komposisinya mirip. Toyota lebih berperan pada desain, sedangkan mesin dan transmisi hasil suplai teman kolaborasi. Bedanya, 86 dan BRZ terlalu banyak kesamaan. Sementara Supra dan Z4 desainnya bertolak belakang. Supra sebuah coupe, Z4 adalah roadster. Lebih istimewa, Supra mendapat tuning khusus dari divisi Gazoo Racing, makanya menyandang nama GR (Gazoo Racing). Jika membandingkan keduanya, GR Supra terlihat lebih merangsang untuk dikemudikan.

3. Buatan Austria

Jangan salah sangka, walau berlogo Toyota, GR Supra bukan berasal dari Jepang. Akta kelahirannya tertera kota Graz di Austria. Ada sebuah manufaktur otomotif beken bernama Magna Steyr di sana. Inilah pabrik yang mengeluarkan Supra dan Z4 berbarengan. Karena saling berbagi platform BMW Cluster Architecture (CLAR), mesin B58 dan transmisi ZF, tentu lebih mudah memusatkan perakitan di satu tempat.

 

3 dari 3 halaman

4. Spesifikasi

Hanya satu varian ditawarkan, sama seperti di belahan dunia lain. Kecuali Jepang, sebab di sana tersedia mesin B48 4-silinder 2,0-liter yang lebih santun. Beruntung penggemar Supra di Tanah Air mendapat spek tertinggi. Menggendong unit B58 yang masuk dalam daftar 10 mesin terbaik dari Ward. Berkonfigurasi 6-silinder inline kapasitas 3,0-liter, plus sokongan twin-scroll turbo. Ditune Gazoo Racing sehingga menorehkan 340 PS dan torsi 500 Nm. Transmisinya cuma satu pilihan, otomatis 8-speed buatan ZF yang menggerakkan roda belakang (RWD). Terdengar familiar? Wajar, paket drivetrain itu juga dipakai oleh model BMW di Indonesia. Ada BMW 740i, X5 xDrive40i dan X7 xDrive40i. Tapi dengan settingan berbeda-beda.

5. Unit Terbatas

Bagaimana tidak istimewa, kupe ini hanya berjumlah minim di Indonesia. Total ada 12 unit yang segera tiba, 4 di antaranya sudah diserahkan ke tangan pembeli pertama. Sisa 8 unit disalurkan dalam 3 bulan ke depan. TAM tidak menutup kemungkinan suplai berikutnya bila ada permintaan. "Kami minta sesuai demand pasar, nanti dari pihak prinsipal menyesuaikan Indonesia bisa dapat berapa. Karena seluruh dunia sampai hari ini demandnya (Supra) masih cukup besar, masih inden di beberapa negara," kata Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director TAM di Sentul. 

Sumber: Oto.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Memacu Adrenalin Bersama Toyota GR Supra di Sirkuit Sentul
Artikel Selanjutnya
Fantastis, Biaya Servis Rutin Bugatti Veyron Mencapai Rp1,4 Miliar