Sukses

Esemka Bima dan Teman-temannya di Segmen Pikap

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo akhirnya meresmikan pabrik mobil merek nasional, Esemka, yang berada di Boyolali, Jawa Tengah. Pada kesempatan yang sama, Jokowi meluncurkan model niaga Esemka Bima, dengan mesin yang berkapasitas 1.200 cc dan 1.300 cc.

Pemilihan model niaga sebagai produk pertama Esemka, memang menjadi strategi tersendiri bagi merek yang sebelumnya digadang-gadang sebagai mobil nasional ini.

Alasannya jelas, jika langsung turun di pasar kendaraan penumpang, memang belum saatnya, dan akan berat jika harus langsung melawan raksasa otomotif yang sudah terlebih dahulu beroperasi di Indonesia.

Namun, dalam peta persaingan di kelas pikap, Esemka harus bersaing dengan kompetitor yang banyak menggunakan mesin 1.500 cc.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), model pikap dengan mesin di bawah 1.500 cc ada Daihatsu Grand Max (1.300 cc), Tata Super Ace (1.400 cc), dan Tata Ace, dan pendatang baru DFSK Super Cab.

Sedangkan dua mobil pikap di atas segmen Esemka Bima, yaitu Suzuki Carry dan Mitsubishi T120SS menggunakan mesin 1.500 cc.

Sementara itu, jika melihat data penjualan pasar pikap hingga Mei 2019, Suzuki Carry masih memimpin dengan 4.327 unit, kemudian Daihatsu Gran Max PU 2.812 unit, DFSK Super Cab 175 unit, Tata Super Ace 3 unit, dan Tata Ace 1 unit.

2 dari 2 halaman

Dibuat di Indonesia, Berapa Komponen Lokal Pikap Esemka Bima?

Mobil dengan merek asal Indonesia, Esemka tengah bersiap masuk ke pasar otomotif Tanah Air. Menurut Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Eddy Wirajaya, untuk model pertamanya nanti, adalah model pikap Bima.

Namun, hingga saat ini, masih dipersiapkan terkait fasilitas perakitan dan juga penyuplai untuk komponen kendaraannya.

"Kita sedang on progress, dan dengan event ini (pameran komponen otomotif lokal di Kemenperin) progress (komponen lokal) kita bertambah," jelas Eddy saat ditemui di Kantor Kemenperin, di sela-sela penandatanganan letter of intens (LOI) dengan beberapa perusahaan komponen dalam negeri, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, untuk komponen lokal Esemka Bima ini, perusahaan yang bakal melakukan produksinya di Boyolali, Jawa Tengah ini berharap bisa mencapai semaksimal mungkin. Meskipun, hingga saat ini, Esemka juga masih kesulitan untuk mendapatkan penyuplai komponen dari dalam negeri.

"Sebenarnya, kesulitan umum semua otomotif hal yang utama, yaitu support dari supplier adalah bagian yang terpenting. Makanya kita bersyukur, bahwa kita mendapatkan kempatan mengajak partisipasi lokal konten jadi bagian kita," tegasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Peneliti Indef: Esemka Masih Sebatas Gimmick
Artikel Selanjutnya
Merek Nasional, Pemerintah Maklumi Esemka Bima Hanya Ganti Merek?