Sukses

Motor Kompresi Tinggi Dipaksa Minum BBM Rendah Oktan, Ini Akibatnya

Liputan6.com, Jakarta - Sepeda motor keluaran terbaru biasanya memiliki kompresi mesin yang tinggi. Sehingga membutuhkan BBM berkualitas atau tanpa tinggal.

Penggunaan bahan bakar yang tepat sesuai rasio tidak hanya memperpanjang usia usia motor, tapi juga dapat menjadikan tarikan enteng dan mesin lebih awet.

Namun, tidak dipungkiri saat ini banyak pengguna motor yang tidak memperdulikan hal ini. Dalam artian masih sering mengenakan bensin premium meski motornya berkompresi tinggi.

"Motor-motor baru sekarang kompresinya tinggi. Kita asumsikan, motor kompresi tinggi ledakan apinya juga tinggi atau besar. Ini artinya panas. Kalau dipaksakan pakai BBM yang panas juga atau oktan rendah, ditambah busi tipe panas, maka lengkaplah penderitaan si motor," buka Waritanto, Instruktur Training Service Function PT Wahana Makmur Sejati, main dealer sepeda motor Honda Jakarta dan Tangerang.

 

 

2 dari 3 halaman

Dampak

Jika terus dipaksakan minum bensin dengan oktan rendah membuat ledakan mesin terjadi sebelum waktunya atau pre-ignition.

Misalnya bahan bakar dengan kadar RON 88 atau premium hanya ideal dipakai pada motor dengan rasio kompresi 9 ke bawah. BBM Pertalite dengan RON 90 maka cocok untuk motor dengan rasio kompresi 9-10.

Jika di atasnya, misalnya rasio kompresi 10-11 maka bensin yang cocok digunakan adalah RON 92. Sementara rasio kompresi 11-12 lebih memakai babahn bakar RON 95

"Kompresi tinggi maka dimasukkan bahan bakar banyak timbalnya atau busi panas, maka di ruang bakar akan terjadi penumpukan karbon. Ini menyebabkan kompresi yang sudah panas bertambah panas lagi karena ruang bakar akan dikikis menjadi sempit lagi," katanya.

Akibatnya akan timbul kerat dan penumpukan karbon yang berlebihan di ruang bakar dan klep. Ruang bakar yang menyempit akibat terkikis menyebabkan mesin akan semakin panas, sehingga bisa terjadi kebocoran kompresi dan merusak mesin

Maka jangan heran jika pabrikan juga memasangkan tipe busi dingin pada motor-motor baru. Hal ini salah satu tujuannya adalah mengantisipasi pemakaian bensin berkualitas rendah yang sering dipaksakan oleh pengguna sepeda motor karena alasan faktor ekonomis dan ingin menghemat biaya.

 

3 dari 3 halaman

Solusi

Karena itu Wariyanto menyarankan pemilik motor untuk tidak sembarangan mengganti busi bawaan pabrik dengan tipe busi panas.

"Kalau motornya sudah kompresinya tinggi, maka selalu gunakan busi tipe dingin. Busi tipe dingin dan panas dibedakan dengan kode angka. Semakin besar nilai angka di kode busi itu dikategorikan busi dingin atau semakin dingin, seperti iridium," jelasnya.

Pengertian rasio kompresi sendiri adalah nilai yang mewakili rasio volume ruang pembakaran dari kapasitas terbesar ke kapasitas terkecil. Yang dimaksud rasio dalam mesin piston, adalah rasio antara volume silinder dan ruang bakar ketika piston berada di titik mati bawah dan volume ruang bakar saat piston berada di titik mati atas.

Artinya semakin tinggi nilai rasio kompresi akan semakin bagus karena pemampatan campuran bahan bakar dan udara yang semakin kuat, sehingga berdampak pada timbulnya tekanan dan tenaga mesin lebih besar, yang diikuti juga dengan suhu yang lebih tinggi.

 Sumber: Otosia.com

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Mobil Mewah Pilihan untuk Pria Single yang Sukses
Artikel Selanjutnya
5 Cara Ampuh Merawat Mobil Saat Musim Hujan