Sukses

Penjualan Anjlok, Honda Jateng Tetap Perkasa

Liputan6.com, Semarang - Penjualan sepeda motor Honda di wilayah Jawa Tengah (Jateng) mengalami penurunan. Hal itu disampaikan Ronaldo Widjaja selaku Kepala Wilayah Astra Motor Jateng.

"Market Jawa Tengah dibanding tahun lalu sedikit terkoreksi," katanya di sela acara Astra Honda Motor Technical Skill Contest (AHM-TSC) 2019 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/8/2019).

Menurutnya, turunnya penjualan sepeda motor berlambang sayap mengepak itu lantaran sektor agrobisnis yang menjadi salah satu penopang ekonomi di wilayah Jawa Tengah terganggu.

"Kalau saya baca beritanya, Jawa Tengah pada semester satu itu banjir terus, kemudian semester dua setelah basah timbul lah kering. Saya kemarin sempat main ke Tegal sawahnya kosong semua karena petani tidak menanam,"

"Karena agrobisnis itu penopang ekonomi di Jateng yaitu 14 persen jadi pasar kami terkoreksi 7 persen," jelas Ronaldo.

Penurunan penjualan sepeda motor di Jateng ternyata tidak hanya dialami Honda. Hal ini menjadikan pangsa pasar Honda di wilayah Jateng tetap perkasa bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

 

2 dari 3 halaman

Penurunan Penjualan

"Meski turun, market share kami justru lebih baik dari pada tahun lalu. Sekarang market share kami 88,9 persen. Kalau market share year to date sekira 87 persen. Dan penjualan year to date sampai Juli lalu sebesar 304.154 unit," katanya.

Lebih lanjut pria berbadan tegap itu menyebut skutik menjadi kontributor terbesar penjualan sepeda motor Honda di Jateng. Sementara model yang penjualannya terus tergerus adalah cub alias bebek.

"Matik mendominasi, (perolehan) sport semakin kecil antara 3,5 persen dan bebek hampir mendekati 3 persen. Yang terkoreksi jauh itu bebek, makanya sekarang kontes mekanik didominasi skutik," tutup Ronaldo.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
HondaJet Mulai Dikirim ke Crazy Rich Cina
Artikel Selanjutnya
Pasar Otomotif Asia Tenggara Lesu, Sinyal Buruk untuk Pabrikan Jepang